Andalan Pulihkan Daya Beli, Serapan Anggaran Covid-19 Baru 32,29%
Kamis, 25 Juni 2020 - 14:32 WIB
loading...
A
A
A
(Baca Juga: Kucuran Insentif Tenaga Medis hingga April 2020 Capai Rp24,22 Miliar )
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan realisasi anggaran untuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) masih rendah, yaitu 6,8% untuk insentif dunia usaha dan bahkan 0,06% untuk insentif Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Padahal Pemerintah telah beberapa kali mengoreksi alokasi APBN 2020 yang seiring dengan naiknya anggaran PEN, yang semula dianggarkan Rp 405,1 triliun menjadi Rp695,2 triliun, sesuai dengan rencana revisi Perpres No. 54 Tahun 2020.
“Tentu dengan pertumbuhan ekonomi yang berat, maka akan semakin menantang pula dalam pemulihannya. Pemerintah perlu mengantisipasi dan memastikan bahwa pada triwulan III dan IV dapat mencatat pertumbuhan positif untuk mencegah resesi. Hal ini seiring dengan dimulainya momentum transisi menuju normal baru dan membaiknya sentimen perekonomian global terhadap pemulihan ekonomi," ujarnya.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan realisasi anggaran untuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) masih rendah, yaitu 6,8% untuk insentif dunia usaha dan bahkan 0,06% untuk insentif Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Padahal Pemerintah telah beberapa kali mengoreksi alokasi APBN 2020 yang seiring dengan naiknya anggaran PEN, yang semula dianggarkan Rp 405,1 triliun menjadi Rp695,2 triliun, sesuai dengan rencana revisi Perpres No. 54 Tahun 2020.
“Tentu dengan pertumbuhan ekonomi yang berat, maka akan semakin menantang pula dalam pemulihannya. Pemerintah perlu mengantisipasi dan memastikan bahwa pada triwulan III dan IV dapat mencatat pertumbuhan positif untuk mencegah resesi. Hal ini seiring dengan dimulainya momentum transisi menuju normal baru dan membaiknya sentimen perekonomian global terhadap pemulihan ekonomi," ujarnya.
(akr)
Lihat Juga :