Siap-siap, Efek Penutupan Total Pipa Gas Rusia ke Eropa Tidak Terbayangkan

Kamis, 30 Juni 2022 - 01:08 WIB
loading...
Siap-siap, Efek Penutupan Total Pipa Gas Rusia ke Eropa Tidak Terbayangkan
Kelompok G7 perlu bersiap untuk kemungkinan penutupan total pipa gas Rusia dalam waktu dekat, dan itu bisa memiliki konsekuensi parah bagi ekonomi Eropa. Foto/Dok
A A A
FRANKFURT - Kelompok G7 perlu bersiap untuk kemungkinan penutupan total pipa gas Rusia dalam waktu dekat, dan itu bisa memiliki konsekuensi parah bagi ekonomi Eropa . Seorang analis memperingatkan, bahwa negara maju harus mulai bersiap menghadapi risiko dari penutupan gas Rusia .

"G-7 harus bersiap untuk mematikan gas. G-7 dapat menangani pengurangan minyak. Ada pasokan lain yang bisa didapat di seluruh dunia, tetapi gas itu bisa dimatikan dan itu akan memiliki konsekuensi," kata Jeffrey Schott, seorang peneliti senior di Peterson Institute for International Economics, mengatakan kepada CNBC.

Baca Juga: Rusia Potong Gas, Industri Jerman Dihadapkan Pilihan yang Menyakitkan

"Rusia sudah mengurangi secara substansial gas yang mengalir ke Jerman yang melalui Ukraina, jadi menutup pipa tidak terbayangkan. Rusia juga menjual beberapa LNG ke Eropa, tetapi tidak sebanyak itu," sambungnya.

Menurutnya pemutusan total pasokan Rusia akan mendorong penjatahan gas setidaknya untuk jangka pendek. "Pasokan Rusia sebagian akan diimbangi dengan peningkatan impor LNG, peningkatan pasokan dari Norwegia dan Aljazair, peralihan bahan bakar ke batu bara, dan langkah-langkah konservasi," paparnya.

Seperti diketahui Gazprom, pemasok energi yang didukung negara Rusia, telah mengurangi aliran gasnya ke Eropa sekitar 60% selama beberapa minggu terakhir. Langkah itu bisa mendorong Jerman, Italia, Austria, dan Belanda untuk membakar batu bara sekali lagi.

Pernyataan ini disampaikan ketika para pemimpin negara-negara terkaya G-7 bertemu di Munich, Jerman, untuk KTT terbaru mereka. Saat tekanan global terus menumpuk pada Rusia atas serangannya terhadap Ukraina, Eropa menghadapi "situasi yang sangat ketat," kata Schott kepada "Street Signs Asia".

"Mereka bermain dengan waktu. Semakin banyak permusuhan terhadap Rusia, semakin Putin mengancam dan mungkin bertindak untuk memotong lebih banyak gas ke Eropa. Saya melihat hal itu bisa datang lebih cepat," tambahnya.

Eropa Makin Cemas

Para pemimpin Eropa semakin khawatir tentang kemungkinan penutupan total pasokan gas dari Rusia. Jerman menyatakan, baru-baru ini bahwa mereka bergerak ke apa yang disebut "tingkat siaga" dari rencana gas daruratnya, seiring berkurangnya arus Rusia untuk memperburuk kekhawatiran kekurangan pasokan musim dingin.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1794 seconds (10.55#12.26)