Peroleh Kepercayaan Internasional, KB Bukopin Raih Peringkat idAAA Fitch Ratings dan Kucuran USD 300 Juta dari IFC World Bank

Jum'at, 01 Juli 2022 - 07:00 WIB
loading...
Peroleh Kepercayaan...
foto: doc. KB Bukopin
A A A
JAKARTA - PT. Bank KB Bukopin Tbk berhasil meraih peringkat korporasi dan obligasi rupiah jangka panjang tertinggi, yaitu idAAA dari dua lembaga pemeringkat ternama. Pertama dari Fich Rating, lembaga pemeringkat internasional. Rating ini masuk dalam kategori Investment Grade dan berlaku untuk periode satu tahun ke depan, Juni 2022-Juni 2023.

Peringkat Nasional idAAA menunjukkan peringkat tertinggi yang diberikan oleh Fitch dalam skala Peringkat Nasional untuk negara tersebut. Peringkat ini diberikan kepada emiten atau obligasi dengan ekspektasi risiko gagal bayar yang paling rendah dibandingkan dengan semua emiten atau obligasi lain di negara atau serikat moneter yang sama.

Raihan ini bukan yang pertama bagi bank yang saham terbesarnya dimiliki bank terbesar Korea Selatan KB Kookmin Bank Co., Ltd ini, melainkan melanjutkan dari dua tahun sebelumnya.

Menurut Direktur Keuangan KB Bukopin Seng Hyup Shin, strategi Bank KB Bukopin untuk meraih kembali peringkat korporasi dan obligasi rupiah jangka panjang idAAA dengan outlook stabil dari Fitch Ratings adalah menjalankan komitmennya melakukan perbaikan dalam setiap tahunnya dengan berbagai langkah strategis.

“Komitmen tersebut akan terefleksikan pada optimalisasi produk dan layanan kami, sehingga diharapkan bisnis inti akan menjadi lebih customer oriented, digital, dan efisien,” katanya.

KB Bukopin memang sedang gencar melakukan berbagai perbaikan melalui penambahan modal, peningkatan penghimpunan dana dan kredit, serta percepatan penanganan kredit bermasalah.

Shin menegaskan KB Bukopin sangat mengapresiasi pemeringkatan dari Fitch Ratings. Selama tiga tahun berturut-turut mulai dari tahun 2020, 2021, dan 2022 KB Bukopin selalu mendapatkan peringkat tertinggi dari Fitch Ratings.

“Pemeringkatan ini merupakan bentuk kepercayaan dari pemerintah, pemegang saham, investor, nasabah, dan masyarakat luas yang harus tetap kami jaga dengan baik untuk mewujudkan visi kami sebagai Top 10 Bank di Indonesia," ujarnya.

Peringkat Nasional Jangka Panjang idAAA yang diberikan oleh Fitch Ratings mengindikasikan bahwa Bank KB Bukopin saat ini memiliki induk yang kuat yaitu KB Kookmin Bank. KB Bukopin dinilai memiliki arah strategis dan terukur terkait arah dan rencana bisnis ke depannya.

Peringkat yang sama diberikan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk General Obligation (GO) dan idAA untuk SR Sub. Debt II/2015 dengan prospek peringkat Perseroan adalah stabil.

Prospek stabil artinya KB Bukopin memiliki kemampuan yang sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang dibandingkan terhadap obligor Indonesia lainnya. Pemeringkatan atas Perseroan berlaku untuk periode 10 Juni 2022 hingga 1 Juni 2023.

Obligor berperingkat idAAA merupakan peringkat tertinggi yang diberikan oleh Pefindo. Kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya, relatif terhadap obligor Indonesia lainnya, adalah superior.

Sedangkan untuk efek utang dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi yang diberikan,dan kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut, dibandingkan obligor lain sangat kuat.

Pefindo menyebutkan peringkat yang diberikan kepada KB Bukopin tahun ini didorong oleh dukungan yang sangat kuat dari KB Kookmin Bank, posisi pasar yang kuat di industri perbankan, dan tingkat permodalan yang kuat.

Dengan diraihnya peringkat idAAA dari Pefindo dan Fitch Rating untuk Bank KB Bukopin merefleksikan konsistensi dan komitmen Perusahaan yang secara menyeluruh telah berupaya melakukan peningkatan kinerja di setiap tahunnya.

Dua raihan itu menunjukkan KB Bukopin dinilai memiliki arah strategis dan terukur terkait arah dan rencana bisnis ke depannya. Saat ini KB Bukopin memang sedang gencar melakukan berbagai perbaikan melalui penambahan modal, peningkatan penghimpunan dana dan kredit, serta percepatan penanganan kredit bermasalah.

KB Bukopin juga akan segera merealisasikan New Generation Banking System dengan sasaran utama transformasi outlet dan jaringan distribusi di seluruh Indonesia. KB Bukopin dinilai memiliki arah strategis dan terukur terkait arah dan rencana bisnis ke depannya.

Pinjaman 4.41 Triliun
Tak heran, pada bulan yang sama International Finance Corporation (IFC) memberikan pinjaman senilai total US$ 300 Juta atau setara Rp 4,41 triliun (kurs Rp14.713/ US$) kepada PT Bank KB Bukopin.

Pinjaman mencakup penerbitan obligasi sosial pertama oleh bank swasta mana pun di Indonesia. Obligasi Sosial tersebut akan sepenuhnya didedikasikan untuk mendanai inisiatif sosial yang berfokus pada penanganan dampak sosial ekonomi akibat dari Covid-19 dan pembiayaan di segmen sosial seperti UMKM, perumahan yang terjangkau, perawatan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

Struktur obligasi sosial ini dilakukan untuk memberikan 100 persen dari hasil secara langsung dan tidak langsung untuk Bank KB Bukopin. Obligasi sosial tersebut terdiri dari dua tahapan, yaitu tahap pertama berupa pinjaman senilai US$ 240 juta atau setara dengan IDR3,53 triliun (kurs Rp 14.713/ US$) yang dipinjam oleh perusahaan induk, di mana 100 persen dari pinjaman tersebut akan secara eksklusif dipinjamkan kembali ke Bank KB Bukopin yang akan disalurkan pada pembiayaan untuk pertumbuhan portfolio pinjaman sosial.

Tahap kedua yaitu pinjaman langsung kepada Bank KB Bukopin senilai US$ 60 juta atau setara dengan Rp882,78 miliar (kurs Rp 14.713/ US$) .

Direktur Keuangan Bank KB Bukopin Seng Hyup Shin mengatakan pinjaman tersebut akan disalurkan dalam bentuk kredit yang berwawasan lingkungan dan sosial, sejalan dengan program yang sedang berjalan yaitu terkait Keuangan Berkelanjutan.

“Keuangan Berkelanjutan adalah Bank KB Bukopin akan menghindari kegiatan pembiayaan yang dapat menimbulkan dampak lingkungan dan risiko sosial, selanjutnya pembiayaan akan disalurkan kepada debitur yang kurang terlayani secara sosial. Semua akan dilaksanakan untuk berkontribusi dalam pemulihan ekonomi di Indonesia pascapandemi Covid-19,” katanya.

IFC sendiri adalah anggota Grup Bank Dunia, sebuah lembaga pembangunan global terbesar yang berfokus pada sektor swasta di pasar negara berkembang. Investasi tersebut tidak hanya akan berkontribusi pada pertumbuhan pembiayaan berorientasi sosial dengan cara yang bertanggung jawab terhadap Lingkungan dan sosial, tetapi juga akan membantu mengembangkan pasar modal di Indonesia, dengan menambahkan ikatan tematik lain dalam bentuk instrumen ikatan sosial pertama oleh bank swasta mana pun di Indonesia.

“Kami bangga dapat menjalin kerjasama dengan Bank KB Bukopin melalui inisiatif besar Grup Bank Dunia yang melihat sebagai penerbitan ikatan sosial pertama oleh bank swasta mana pun di Indonesia,” kata Kim-See Lim, Direktur Regional IFC untuk Asia Timur dan Pasifik.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai KB Bukopin bisa langsung menghubungi Hallo KB Bukopin di 14005 atau klik official website KB Bukopin di sini . CM
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Lewat Asia Grassroots...
Lewat Asia Grassroots Forum, Kesehatan Finansial Jadi Babak Baru Inklusi Keuangan Bagi Akar Rumput
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Evita: Kebijakan Bebas...
Evita: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM
Rekomendasi
Iran Tersingkir dari...
Iran Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Gagal Lolos Akibat Gol di Detik Terakhir
Denny Sumargo Klarifikasi...
Denny Sumargo Klarifikasi Rumor Selingkuh, Tegaskan Momen di CCTV Hanya Syuting
Ronaldo Mandul, Portugal...
Ronaldo Mandul, Portugal Relakan Status Juara Grup K Direbut Kolombia
Berita Terkini
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved