Keras! Moskow Peringatkan Siap Balas Sita Aset Barat di Rusia

Kamis, 30 Juni 2022 - 17:33 WIB
loading...
Keras! Moskow Peringatkan...
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova. Foto/Reuters
A A A
MOSKOW - Rusia mengisyaratkan bahwa mereka tidak mengesampingkan gagasan untuk menyita aset dan bisnis Barat di negara itu. Langkah keras itu akan diambil jika Barat memutuskan untuk menggunakan aset milik Rusia yang dibekukan di luar negeri.

Dalam briefing media, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova memperingatkan bahwa Rusia siap untuk bertindak jika Barat memutuskan untuk menggunakan aset milik negara yang dibekukan di luar negeri, di antaranya berupa sekitar USD300 miliar (sekitar Rp4.350 triliun) cadangan mata uang asing bank sentral Rusia.

Baca Juga: Putin Balas Dendam, Sita Aset Perusahaan Barat yang Eksodus dari Rusia

Penggunaan dana itu, tegas Zhakarova, akan ditafsirkan sebagai serangan yang melanggar hukum dan jelas tidak bersahabat. "Itu memberi kami hak untuk mengambil tindakan balasan untuk melindungi kepentingan kami," tandasnya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (30/6/2022).

Tanggapan keras itu dikeluarkan Moskow setelah pejabat tinggi Barat, termasuk kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell, menyarankan penyitaan cadangan yang dibekukan untuk membantu mendanai rekonstruksi Ukraina setelah perang.

Zakharova menyebut langkah Barat untuk membekukan aset - yang diberlakukan sebagai tanggapan terhadap Moskow yang mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina pada 24 Februari - merupakan pelanggaran hukum internasional.

"Kita tidak boleh melupakan aset asing negara-negara Barat, bisnis dan warga negara yang berada di wilayah negara kita," tegasnya.

Baca Juga: Belanda Sita 14 Kapal Pesiar Milik Rusia

"Jika Barat gagal mematuhi prinsip-prinsip demokrasi, ekonomi terbuka, kepemilikan pribadi, dan independensi peradilan, maka kami juga tidak akan mengakui ini dan bertindak sesuai dengan itu," tambah Zakharova.

Lusinan perusahaan internasional termasuk raksasa minyak BP, produsen mobil Prancis Renault, dan McDonald's telah menghentikan operasi di Rusia sejak Moskow memulai operasi militer khusus dan selanjutnya pengenaan sanksi Barat yang keras.

Anggota parlemen Rusia pada bulan Mei memberikan persetujuan awal untuk RUU yang akan memungkinkan pemerintah menasionalisasi aset perusahaan Barat yang telah meninggalkan negara itu, meskipun belum dibakukan melalui undang-undang.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Lesca Gadai Premier...
Lesca Gadai Premier Ubah Barang Mewah Jadi Aset Resiliensi Finansial
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Rekomendasi
Ahmad Sahroni Bentuk...
Ahmad Sahroni Bentuk ASC Padel, Rekrut Pelatih Spanyol untuk Cetak Atlet
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved