5 Pengusaha Mie Instan Terkaya Indonesia, Nomor 1 Punya Harta Rp126,30 Triliun
Sabtu, 02 Juli 2022 - 13:14 WIB
loading...
A
A
A
Pengusaha dan pemilik kelompok usaha Mayora Group, Jogi Hendra Atmadja adalah orang terkaya nomor 9 di Indonesia berdasarkan perhitungan Majalah Forbes tahun 2021. Nilai kekayaan Jogi Hendra, menurut hitungan Forbes, mencapai USD4,1 miliar atau setara Rp60,92 triliun.
Harta kekayaan itu diperoleh dari Mayora Group yang merupakan salah satu produsen mie instan dengan beragam produk inovatif, seperti Bakmi Mewah dan Mi Gelas. Dahulu juga memproduksi Miduo yang dikenal sebagai pelopor dua keping mi dalam satu kemasan pada 1995, dan merek Roma.
![5 Pengusaha Mie Instan Terkaya Indonesia, Nomor 1 Punya Harta Rp126,30 Triliun]()
Jogi Hendra Atmadja adalah bos grup Mayora, salah satu perusahaan makanan terbesar di Indonesia yang menjual kopi, sereal, permen, biskuit dan banyak lagi. Grup Mayora mempunyai beragam brand, termasuk Kopiko, Danisa dan Roma, serta sudah dipasarkan lebih dari 100 negara.
Keluarganya mulai membuat biskuit di rumah pada tahun 1948 dan secara resmi mendirikan grup Mayora pada tahun 1977. Atmadja dan keluarganya memiliki saham pengendali di Mayora Indah yang diperdagangkan secara publik, yang menjadi perusahaan andalan di grup tersebut.
3. Eddy Katuari
Eddy Katuari memiliki kekayaan USD1 miliar atau setara dengan Rp14,85 triliun dan menjadikannya orang terkaya nomor 39 di Indonesia. Pria ini adalah bos dari Wings Group yang memiliki pangsa pasar terbesar kedua untuk mie instan di Indonesia, termasuk pemain baru (sejak April 2003).
Wings Group mengedarkan produk dengan merek Mie Sedaap, Eko Mie, So Yumie dan Mie Suksess. Sebagai informasi mie sedaap juga menjadi andalan, dimana merek mie-nya ini sudah dijual di puluhan negara.
![5 Pengusaha Mie Instan Terkaya Indonesia, Nomor 1 Punya Harta Rp126,30 Triliun]()
Eddy Katuari mengambil alih perusahaan yang memproduksi kebutuhan rumah tangga, consumer goods dan produk kesehatan Wings pada tahun 2004, setelah kematian ayahnya yang merupakan salah satu pendiri grup tersebut.
Selain mie instan, Wings terkenal sebagai salah satu pembuat sabun terbesar di Indonesia dan barang-barang rumah tangga lainnya seperti pembersih toilet, deterjen cucian, dan pembalut wanita. Ayahnya mendirikan bisnis ini dengan Harjo Sutanto pada tahun 1948 sebagai pembuat sabun cuci yang terjangkau.
Bahan yang digunakan adalah campuran dari minyak kelapa dan Soda Abu. Wings Group juga memproduksi sabun Giv, sabun Nuvo, Daia dan So Klin Pewangi. Saat ini Wings telah menjadi perusahaan raksasa yang mengekspor produk-produknya ke seluruh dunia sejak berdiri 60 tahun yang lalu di Jawa Timur.
4. Djajadi Djaja
Djajadi Djaja, merupakan pengusaha Tanah Air yang menjadikan mie instan sebagai salah satu mesin uangnya. Lahir pada tahun 1941, Ia mengawali kariernya pada tahun 1959 sebagai wiraswasta, kemudian menjadi salah satu pendiri FA Djangkar Djati pada tahun 1964.
Banyak yang belum mengetahui bila Indomie bukanlah produk asli buatan Grup Salim. Awal kemunculan Indomie diprakarsai oleh 4 orang China asal Medan, lewat perusahaan Sanmaru Food Manufacturing Co Ltd yang didirikan pada April 1970. Mereka adalah Djajadi Djaja Chow Ming Hua, Wahyu Tjuandi, Ulong Senjaya, dan Pandi Kusuma.
![5 Pengusaha Mie Instan Terkaya Indonesia, Nomor 1 Punya Harta Rp126,30 Triliun]()
Djajadi Djaja bersama rekan-rekan kemudian memperkenalkan Indomie (singkatan dari "Indonesia Mie") ke publik pada tahun 1972. Indomie merupakan produk mie instan kedua yang muncul di Indonesia setelah Supermi.
Meski demikian, Sanmaru Food Manufacturing bukanlah satu-satunya lini bisnis dari empat serangkai ini. Kelompok usaha asal tanah Batak tersebut mulanya membuat firma yang bernama Jangkar Jati Group di tahun 1954. Firma ini bergerak di bidang penyaluran barang.
Harta kekayaan itu diperoleh dari Mayora Group yang merupakan salah satu produsen mie instan dengan beragam produk inovatif, seperti Bakmi Mewah dan Mi Gelas. Dahulu juga memproduksi Miduo yang dikenal sebagai pelopor dua keping mi dalam satu kemasan pada 1995, dan merek Roma.

Jogi Hendra Atmadja adalah bos grup Mayora, salah satu perusahaan makanan terbesar di Indonesia yang menjual kopi, sereal, permen, biskuit dan banyak lagi. Grup Mayora mempunyai beragam brand, termasuk Kopiko, Danisa dan Roma, serta sudah dipasarkan lebih dari 100 negara.
Keluarganya mulai membuat biskuit di rumah pada tahun 1948 dan secara resmi mendirikan grup Mayora pada tahun 1977. Atmadja dan keluarganya memiliki saham pengendali di Mayora Indah yang diperdagangkan secara publik, yang menjadi perusahaan andalan di grup tersebut.
3. Eddy Katuari
Eddy Katuari memiliki kekayaan USD1 miliar atau setara dengan Rp14,85 triliun dan menjadikannya orang terkaya nomor 39 di Indonesia. Pria ini adalah bos dari Wings Group yang memiliki pangsa pasar terbesar kedua untuk mie instan di Indonesia, termasuk pemain baru (sejak April 2003).
Wings Group mengedarkan produk dengan merek Mie Sedaap, Eko Mie, So Yumie dan Mie Suksess. Sebagai informasi mie sedaap juga menjadi andalan, dimana merek mie-nya ini sudah dijual di puluhan negara.

Eddy Katuari mengambil alih perusahaan yang memproduksi kebutuhan rumah tangga, consumer goods dan produk kesehatan Wings pada tahun 2004, setelah kematian ayahnya yang merupakan salah satu pendiri grup tersebut.
Selain mie instan, Wings terkenal sebagai salah satu pembuat sabun terbesar di Indonesia dan barang-barang rumah tangga lainnya seperti pembersih toilet, deterjen cucian, dan pembalut wanita. Ayahnya mendirikan bisnis ini dengan Harjo Sutanto pada tahun 1948 sebagai pembuat sabun cuci yang terjangkau.
Bahan yang digunakan adalah campuran dari minyak kelapa dan Soda Abu. Wings Group juga memproduksi sabun Giv, sabun Nuvo, Daia dan So Klin Pewangi. Saat ini Wings telah menjadi perusahaan raksasa yang mengekspor produk-produknya ke seluruh dunia sejak berdiri 60 tahun yang lalu di Jawa Timur.
4. Djajadi Djaja
Djajadi Djaja, merupakan pengusaha Tanah Air yang menjadikan mie instan sebagai salah satu mesin uangnya. Lahir pada tahun 1941, Ia mengawali kariernya pada tahun 1959 sebagai wiraswasta, kemudian menjadi salah satu pendiri FA Djangkar Djati pada tahun 1964.
Banyak yang belum mengetahui bila Indomie bukanlah produk asli buatan Grup Salim. Awal kemunculan Indomie diprakarsai oleh 4 orang China asal Medan, lewat perusahaan Sanmaru Food Manufacturing Co Ltd yang didirikan pada April 1970. Mereka adalah Djajadi Djaja Chow Ming Hua, Wahyu Tjuandi, Ulong Senjaya, dan Pandi Kusuma.

Djajadi Djaja bersama rekan-rekan kemudian memperkenalkan Indomie (singkatan dari "Indonesia Mie") ke publik pada tahun 1972. Indomie merupakan produk mie instan kedua yang muncul di Indonesia setelah Supermi.
Meski demikian, Sanmaru Food Manufacturing bukanlah satu-satunya lini bisnis dari empat serangkai ini. Kelompok usaha asal tanah Batak tersebut mulanya membuat firma yang bernama Jangkar Jati Group di tahun 1954. Firma ini bergerak di bidang penyaluran barang.
Lihat Juga :