Ini Masukan HT buat Erick Thohir tentang Bisnis Digital dan Internet

Kamis, 25 Juni 2020 - 20:55 WIB
loading...
A A A
Hary Tanoe pun memberikan gambaran, untuk membangun satu tiang pool membutuhkan biaya sekitar USD200. Jika tiang pool disediakan oleh PLN, maka Telkom bisa menghemat 50% capex-nya.

"Bisa menghemat 50% biaya tiang jadi capex-nya turun banyak dari USD200 menjadi USD100. Karena PLN juga ada 67 juta rumah tersambung listrik," kata Hary Tanoe. ( Baca:HT Puji Erick Thohir Terkait Klasterisasi hingga Perombakan Direksi )

Namun untuk merealisasikan hal tersebut, pemerintah perlu melakukan revisi pada peraturan pemerintah agar bisa open access. Sehingga PLN bisa lebih leluasa untuk menyediakan pool tiangnya, karena dalam aturan saat ini PT Telkom dan perusahaan swasta lainlah yang harus menyediakan jaringan dan tiang poolnya sendiri.

"Kalau dilakukan ini, diubah PP 52 tentang telekomuniksi. Operator itu bangun di daerah gemuk. Tak ada yang mau bangun di daerah. Jadi tumbang tindih," jelasnya.

Jika pemerintah membuka akses, maka PLN bisa menyewakan tiang poolnya kepada provider, termasuk di antaranya Telkom. Sehingga, bisa lebih efisien bagi perusahaan provider.

"Kalau open access artinya network provider menyewakan kepada service. PLN network provider dia sewakan kepada service provider. Jadi pembangunan network efisien," kata Hary Tanoe.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Buka MNC Forum ke-82,...
Buka MNC Forum ke-82, HT Ungkap Peran Strategis Pasar Modal bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Ahmad Muzani hingga...
Ahmad Muzani hingga Hary Tanoesoedibjo Hadiri Pembukaan Rapimnas Kadin
MNC Group Gelar MNC...
MNC Group Gelar MNC Forum LXXX: Tourism Business Plan and Digital Marketing & MCN
Kinerja Tumbuh Solid,...
Kinerja Tumbuh Solid, MSIN Catat Pendapatan Rp1,87 Triliun di Semester I-2025
Rayakan HUT ke-26 MNC...
Rayakan HUT ke-26 MNC Kapital, HT Tegaskan Bangun Model Bisnis yang Kuat
Konten-konten Eksklusif...
Konten-konten Eksklusif di Vision+ Bakal Terus Ditambah
Hary Tanoesoedibjo Harap...
Hary Tanoesoedibjo Harap Atlet Maksimalkan Kemampuan di IIO 2026
IIO 2026 Resmi Dimulai,...
IIO 2026 Resmi Dimulai, Hary Tanoesoedibjo: Ini Komitmen POBSI Memajukan Biliar Indonesia
All-Stars Kudus Pertahankan...
All-Stars Kudus Pertahankan Gelar MLSC All-Stars, 34 Talenta Terbaik Siap Tampil di SingaCup 2026
Rekomendasi
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Perbedaan Amnesti dan...
Perbedaan Amnesti dan Abolisi, Ini Tokoh yang Pernah Mendapatkannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved