Rupiah Tembus Rp15.000 per Dolar, Ini Kata Sri Mulyani
Selasa, 05 Juli 2022 - 19:39 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau kita bicara stabilitas dengan growth, stabilitas tapi sisi inflasi. Kalo persoalan inflasinya dari supply side, maka kita bantu dari supply side," ungkap Sri.
Sri Mulyani menambahkan, pemerintah terus berupaya membantu dari sisi kebijakan mengenai perdagangan, investasi, ekspor impor, dan distribusi. Tujuannya, menjaga agar inflasi bisa terkendali.
"Karena itu persoalan yang terjadi dari inflasi sekarang ini. Kalau permasalahannya dari sisi demand, kita akan mengelola bersama-sama mengenai agregat demand," tutur Sri.
Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu mengatakan bahwa pihaknya berperan dalam menjaga inflasi dan menjaga daya beli masyarakat agar ekonomi makro lebih terjaga.
"Inflasi yang masih tetap terjaga tidak lepas dari upaya pemerintah untuk tidak menaikkan harga-harga energi yang disubsidi," ungkap Febrio.
Sri Mulyani menambahkan, pemerintah terus berupaya membantu dari sisi kebijakan mengenai perdagangan, investasi, ekspor impor, dan distribusi. Tujuannya, menjaga agar inflasi bisa terkendali.
"Karena itu persoalan yang terjadi dari inflasi sekarang ini. Kalau permasalahannya dari sisi demand, kita akan mengelola bersama-sama mengenai agregat demand," tutur Sri.
Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu mengatakan bahwa pihaknya berperan dalam menjaga inflasi dan menjaga daya beli masyarakat agar ekonomi makro lebih terjaga.
"Inflasi yang masih tetap terjaga tidak lepas dari upaya pemerintah untuk tidak menaikkan harga-harga energi yang disubsidi," ungkap Febrio.
Lihat Juga :