Strategi Juragan Material Genjot Bisnis di Sektor Konstruksi

Jum'at, 08 Juli 2022 - 14:17 WIB
loading...
Strategi Juragan Material Genjot Bisnis di Sektor Konstruksi
Contoh barang yang dijual di Juragan Material. Foto/JuraganMaterial.id
A A A
JAKARTA - Juragan Material, platform yang bertujuan untuk mendigitalkan industri konstruksi , memulai usahanya dengan skema bisnis ke bisnis (B2B) untuk bahan bangunan. Juragan Material menawarkan pelanggan dengan solusi end-to-end untuk sumber bahan bangunan.

Baca juga: Bangun Ibu Kota Nusantara, PUPR Latih Pekerja Konstruksi Lokal

Perusahaan yang memiliki misi memberikan value kepada kontraktor dan pemilik proyek ini menawarkan pilihan produk yang komprehensif, visibilitas pasokan yang lebih baik, dan logistik yang andal untuk mengelola proyek secara lebih efisien. Untuk mendukung itu semua, platform tersebut sudah menggandeng 190 merek di seluruh produk struktural, arsitektur, mekanik, dan elektrik.

"Kalau dari sisi supply kita sekarang sudah cover 190 brand dan dengan total supplier 230 sampai 240," kata Co-Founder Juragan Material, Graceila Putri, dalam program Power Breakfast di IDX Channel, Jumat (8/7/2022).

Grace mengungkapkan merek yang tergabung dalam Juragan Material telah dilakukan kurasi untuk memastikan perusahaan tersebut memang punya hak untuk melakukan distribusi. Jadi tak sembarang vendor diajak bekerja sama oleh Juragan Material.

"Kita cek legalitas perusahaannya dan kami juga cek apakah vendor ini benar-benar berhak untuk mendistribusikan brand tersebut, karena yang ingin kami jaga yang paling penting adalah memastikan bahwa barang yang dijual itu original," pungkasnya.

Dia menambahkan, saat ini platform yang dikelolanya masih berfokus melayani permintaan di wilayah Jabodetabek dan sampai saat ini Juragan Material telah menggaet lebih dari 120 kontraktor.

Baca juga: Geliat Pasar Antik Jalan Surabaya Menteng, Surga Kolektor Barang-barang Kuno

"Jaringan layanan secara strategi dan operation kami masih fokus di Jabodetabek, karena dari pembelian material itu sekitar 60% masih terpusat di Jabodetabek. Kalau misalnya customer kita sendiri untuk kontraktornya kurang lebih di angka 120 lebih," terangnya.

(uka)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1834 seconds (11.210#12.26)