Wawancara CEO dan Co-Founder Zipmex, Marcus Lim: Potensi Investasi Aset Digital jadi Gaya Hidup

Rabu, 13 Juli 2022 - 17:44 WIB
loading...
A A A
Apakah Anda memiliki tips dari Zipmex untuk investasi kripto yang aman? Apakah ada pengetahuan khusus yang harus dipelajari?
Tips pertama adalah memilih platform yang terdaftar yang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Ini akan memberikan keamanan bagi pengguna, karena peraturan atau kebijakan pemerintah akan mempengaruhi semua keputusan dan kebijakan di platform, sehingga lebih aman. Tips kedua adalah mengetahui profil risiko dan tujuan investasi, seberapa toleran pengguna terhadap kerugian investasi, dan apakah investasi tersebut ditujukan untuk jangka panjang, menengah, atau pendek. Tanpa mengetahui profil risiko dan tujuan investasi, pengguna akan kesulitan untuk memilih jenis aset yang akan digunakan. Tips ketiga, mau belajar. Edukasi adalah bagian terpenting dalam berinvestasi, baik untuk aset kripto maupun instrumen lainnya. Sama seperti berinvestasi di saham, calon investor biasanya akan mempelajari laporan keuangan dan mengetahui sentimen seputar saham tertentu. Dalam aset kripto, pengguna harus mempelajari whitepaper yang berisi latar belakang pembuatan koin atau token, tujuannya, jaringan dan sistem yang digunakan, peta jalan, dan jumlah koin atau aset. Melalui whitepaper, calon investor juga dapat mengetahui apakah tim pengembang koin atau token dapat dipercaya dan kredibel. Proses mencari dan menganalisis informasi ini dikenal sebagai analisis fundamental. Setelah mempelajari fundamental, investor dapat mempelajari analisis teknikal yang berisi tentang bagaimana memahami pergerakan grafik suatu aset dan memprediksi perubahan harga melalui data historis.

Bagaimana prospek bisnis kripto di Indonesia ke depan? Apakah masih menjanjikan? Apa saja indikatornya?
Jika mengacu pada grafik MVRV Z-Score, harga Bitcoin saat ini sudah mulai memasuki zona hijau. Grafik Z-Score MVRV sendiri adalah grafik yang menunjukkan apakah harga Bitcoin saat ini berada di atas atau di bawah penilaian nilai wajarnya. Berdasarkan data historis, ketika harga Bitcoin memasuki zona hijau pasar kemungkinan akan mulai menuju ke awal periode keheningan (silence period). Periode ini adalah waktu yang tepat bagi investor untuk bertahan dalam meninjau arah pasar dan dengan sabar menunggu siklus bull kembali.

Di luar Bitcoin, kita juga bisa melihat adopsi kripto yang terus berkembang baik di Indonesia maupun di luar negeri. Saat ini, ada banyak proyek yang berkembang untuk mengembangkan NFT dan metaverse. NFT dianggap sebagai cara baru mengapresiasi karya seni, sedangkan metaverse memberikan warna baru untuk bersosialisasi di dunia digital.

Mengapa saya harus berinvestasi di kripto? Apa yang menarik dari investasi kripto?
Aset kripto dibuat dan didistribusikan melalui teknologi blockchain. Artinya kripto tidak memiliki bentuk fisik yang membuatnya membutuhkan ruang penyimpanan khusus, sehingga hanya disimpan di blockchain. Semua transaksi dan distribusi kripto dicatat dengan rapi dan tidak dapat diubah oleh siapa pun di blockchain, menjadikannya aman, tidak dapat dimanipulasi, dan dapat dilacak. Dari segi kuantitas, aset kripto umumnya terbatas, sehingga dapat menjadi alternatif bagi investor untuk menyimpan aset. Dengan jumlah yang terbatas dan semakin tingginya keinginan masyarakat untuk memiliki kripto, maka akan terjadi kelangkaan dan membuat aset ini mengalami deflasi. Deflasi membuat aset kripto lebih mahal dan memiliki daya beli lebih tinggi dibandingkan dengan fiat.

Sebagai contoh, harga Bitcoin ketika pertama kali diperkenalkan oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2009 adalah 0. Namun seiring berjalannya waktu dengan meningkatnya edukasi masyarakat tentang Bitcoin dan resesi ekonomi, Bitcoin mencapai harga USD 315,21 atau sekitar Rp 4,6 juta per keping pada tahun 2015. Harga Bitcoin terus meningkat hingga menyentuh angka Rp 900 juta pada awal tahun 2021. Meski harga BTC saat ini terus menurun, hal ini merupakan hal yang wajar dan wajar terjadi di pasar akibat fenomena makroekonomi. Perlu dipahami bahwa koreksi saat ini tidak hanya terjadi pada Bitcoin atau aset kripto lainnya tetapi juga pada instrumen investasi lainnya.

Adakah tips untuk pemula untuk berinvestasi di kripto?
Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi tujuan investasi Anda, apakah berorientasi pada investasi jangka pendek, menengah, atau panjang. Kedua, harus dipahami apakah profil risikonya rendah, sedang, atau lanjut (berpengalaman). Setelah mengenali dua hal tersebut, yang perlu diperhatikan adalah analisis fundamental. Sebelum mulai berinvestasi, calon investor harus memahami latar belakang aset kripto yang diinginkan. Kami merekomendasikan untuk mempelajari whitepaper koin atau token yang dikeluarkan oleh proyek yang bersangkutan. Whitepaper diperlukan untuk memahami latar belakang dan alasan sebuah aset diluncurkan, mulai dari manfaat aset, ekosistem apa yang ingin Anda bangun, bagaimana road mapnya, dan penggunaan aset (use case).

Sedangkan untuk bursa itu sendiri, calon investor harus terlebih dahulu mengecek ke lembaga yang melindungi dan mengawasi jual beli aset kripto yaitu Bappebti. Daftar calon pedagang aset kripto dapat dilihat melalui situs resmi Bappebti dan Kominfo. Dengan menggunakan platform investasi aset kripto yang teregulasi, calon investor dapat meminimalkan risiko investasi.

Selain itu, calon investor juga dapat melihat fitur apa saja yang ditawarkan bursa dan apakah sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka. Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah roadmap untuk membangun ekosistem bursa itu sendiri, apakah akan ada koin/token yang dikeluarkan untuk meningkatkan keuntungan bagi calon investor, dan lain sebagainya.

Namun apa yang perlu diperhatikan dalam berinvestasi, terutama kripto, seperti kata pepatah "Tidak ada yang bisa menentukan waktu yang tepat". Artinya, tidak ada waktu yang dianggap paling tepat untuk mengasumsikan harga suatu aset telah mencapai batas bawahnya. Oleh karena itu, calon investor harus dapat mengambil keputusan yang bijak ketika ingin mulai memasuki pasar dan jenis aset apa yang paling sesuai dengan kebutuhan, tujuan, dan orientasi investasinya.

Untuk investor jangka panjang misalnya, saat ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk melakukan akumulasi dengan menggunakan metode dollar-cost averaging (DCA), yaitu menyisihkan persentase tertentu dari pendapatan setiap bulannya untuk membeli Bitcoin sambil menunggu harga BTC menguat lagi.

Pelajaran apa yang dapat Anda ambil selama memimpin Zipmex dalam menjalankan bisnis kripto di Indonesia?
Popularitas aset kripto sebagai alat investasi telah mendapatkan daya tarik global dalam beberapa tahun terakhir, dan survei terbaru yang dilakukan oleh Zipmex, aplikasi kripto bersama dengan firma riset pasar Jakpat, menegaskan bahwa tren serupa terjadi di Indonesia. Menurut survei, aset kripto (11,69%) sekarang berada di antara lima besar yang paling banyak digunakan di pasar, bersama dengan emas (25,51%), reksa dana (14,75%), deposito berjangka (13,57%), dan properti (11,64%). Antusiasme kripto di Indonesia sangat besar. Saat ini, Indonesia bahkan menduduki peringkat ke-5 sebagai negara dengan investor kripto terbesar di Asia Tenggara. Indonesia juga berada di peringkat 25 dunia untuk adopsi kripto.

Menurut Bappebti, ada 12,4 juta orang yang berinvestasi kripto di Indonesia per Februari 2022. Kami melihat pertumbuhan eksponensial terjadi hanya dalam dua tahun, mengingat jumlah investor kripto pada tahun 2020 hanya 4 juta.

Dari data survei kami juga disebutkan bahwa lebih dari 60% responden tertarik untuk berinvestasi di aset kripto dan akan mengambil kesempatan untuk mulai berinvestasi di dalamnya, dalam tiga bulan ke depan. Meskipun minat telah muncul, laporan ini juga mengatakan bahwa lebih dari 50% responden mengakui bahwa mereka juga kurang memiliki pengetahuan dan wawasan yang memadai tentang hal itu. Kesalahpahaman terbesar tentang kripto di Indonesia adalah karena keterkaitannya yang kuat dengan volatilitas nilai jangka pendek dan perubahan cepat di pasar kripto yang terjadi 24/7, tidak seperti pasar saham Indonesia. Jika dilihat dari perspektif ini, kami memahami bahwa berinvestasi di kripto dapat dianggap sebagai aktivitas yang sangat berisiko, menakutkan, dan mengintimidasi.

Hal ini mendorong kami untuk meluncurkan kampanye dan program yang dapat menumbuhkan kepercayaan publik dengan lebih menyoroti aset kripto, sebagai instrumen investasi yang akuntabel dan dapat dipercaya. Meskipun kondisi pasar saat ini sedang mengalami koreksi yang signifikan, kami masih melihat potensi bagus yang kami lihat di Indonesia, karena kami melihat jutaan orang Indonesia telah berinvestasi di aset kripto dan kami berharap akan lebih banyak lagi orang Indonesia yang berinvestasi di aset kripto.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Edward Tirtanata Ingin...
Edward Tirtanata Ingin Bawa Kopi Kenangan Kepakkan Sayap Menjadi Brand Global
Wawancara Khusus Chief...
Wawancara Khusus Chief Executive Officer DOKU, Chris Yeo: Ubah Peluang Jadi Uang
Wawancara Wakil Direktur...
Wawancara Wakil Direktur Utama KB Bukopin Robby Mondong: Siap Bertransformasi melalui Next Generation Banking System
Wawancara CEO Atalian...
Wawancara CEO Atalian Global Services Indonesia, Yohanes Jeffry Johary: Manajemen Fasilitas Menjadi Solusi
Wawancara Dubes RI untuk...
Wawancara Dubes RI untuk Inggris Raya, Dr Desra Percaya: Hubungan Ekonomi RI-Inggris Masuki Babak Baru 
Wawancara Khusus Founder...
Wawancara Khusus Founder & CEO Suryanesia Rheza Adhihusada: Efisiensi Biaya Listrik melalui Pemanfaatan Tenaga Surya
3.900 Peserta Tuntaskan...
3.900 Peserta Tuntaskan Wawancara Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag 2025
10 Kriteria Peserta...
10 Kriteria Peserta Beasiswa LPDP yang Berpotensi Lolos Tes Wawancara
7 Tips Ampuh untuk Lolos...
7 Tips Ampuh untuk Lolos Interview Beasiswa LPDP 2025, Persaingannya Ketat Loh!
Rekomendasi
UNCLOS 82, Strategi...
UNCLOS 82, Strategi Sea Denial Melawan AT Mahan
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Berita Terkini
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved