Awas Beban Utang Bisa Bikin Negara Bangkrut, Peneliti: Indonesia dan Sri Langka Berbeda
Kamis, 14 Juli 2022 - 11:31 WIB
loading...
Indonesia dinilai perlu melakukan upaya mitigasi guna mencegah kebangkrutan seperti yang terjadi di Sri Lanka. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Indonesia dinilai perlu melakukan upaya mitigasi guna mencegah kebangkrutan seperti yang terjadi di Sri Lanka . Seperti diketahui negara dengan Ibu Kota Colombo itu tengah mengalami krisis politik dan ekonomi yang berimbas pada kebangkrutan.
"Indonesia perlu melakukan mitigasi pada faktor-faktor yang berkontribusi pada terjadinya inflasi. Selain itu, Indonesia juga perlu merespons konflik geopolitik global dengan kebijakan yang tepat dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas," kata Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hasran dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/7/2022).
Baca Juga: Soal Utang, Sri Mulyani Pastikan RI Tak Akan Bernasib Seperti Sri Lanka
Hasran menjelaskan, sebagaimana negara lain, Sri Lanka juga tidak lepas dari dampak kondisi global. Tapi selain itu, kondisi Sri Lanka juga dipicu oleh adanya salah urus atau mismanagement dan korupsi.
Ia melanjutkan, kondisi tersebut diperparah dengan kebijakan utang luar negeri yang tidak mempertimbangkan kemampuan bayar, tax cut (pemotongan pajak), hingga pelarangan impor pupuk kimia.
Meski demikian, perekonomian Indonesia masih relatif jauh lebih aman dan terkendali kalau dibandingkan dengan Sri Lanka. "Hal ini dapat terus dipertahankan kalau ekonomi dikelola dengan baik dan fokus pada mitigasi faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi," ucapnya.
"Indonesia perlu melakukan mitigasi pada faktor-faktor yang berkontribusi pada terjadinya inflasi. Selain itu, Indonesia juga perlu merespons konflik geopolitik global dengan kebijakan yang tepat dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas," kata Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hasran dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/7/2022).
Baca Juga: Soal Utang, Sri Mulyani Pastikan RI Tak Akan Bernasib Seperti Sri Lanka
Hasran menjelaskan, sebagaimana negara lain, Sri Lanka juga tidak lepas dari dampak kondisi global. Tapi selain itu, kondisi Sri Lanka juga dipicu oleh adanya salah urus atau mismanagement dan korupsi.
Ia melanjutkan, kondisi tersebut diperparah dengan kebijakan utang luar negeri yang tidak mempertimbangkan kemampuan bayar, tax cut (pemotongan pajak), hingga pelarangan impor pupuk kimia.
Meski demikian, perekonomian Indonesia masih relatif jauh lebih aman dan terkendali kalau dibandingkan dengan Sri Lanka. "Hal ini dapat terus dipertahankan kalau ekonomi dikelola dengan baik dan fokus pada mitigasi faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi," ucapnya.
Lihat Juga :