alexametrics

Bank Mantap Serahkan Bantuan APD ke RS Hasan Sadikin Bandung

loading...
Bank Mantap Serahkan Bantuan APD ke RS Hasan Sadikin Bandung
Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso saat penyerahan APD secara simbolis kepada Direktur Utama RSHS Dr. Nina Susana Dewi, Sp.PK(K) di Bandung. Foto/Dok
A+ A-
BANDUNG - Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) berkomitmen untuk terus membangun negeri melalui aktivitas bisnis dan sosial. Terkait hal tersebut, Bank Mantap melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR)-nya memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan masker sebanyak 5000 buah dengan total nilai Rp. 1 miliar kepada 7 Rumah Sakit di 6 kota besar di Indonesia.

Dalam kesempatan ini, perseroan menyerahkan APD sejumlah 1000 buah kepada Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, adapun penyaluran ini merupakan Rumah Sakit pertama untuk pemberian APD yang rencananya perseroan akan memberikan 4000 buah APD beserta masker kepada RSUP Dr. Sardjito Jogyakarta, RS. Unair Surabaya, RSUD Kota Tangerang, RS. Sanglah Bali dan Wisma Atlit Jakarta.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial Bank Mantap kepada garda terdepan dalam penanggulangan virus covid-19 yaitu para dokter dan suster. Semoga aktivitas sosial ini dapat diterima dengan baik oleh RSHS Bandung” ungkap Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso saat penyerahan APD secara simbolis kepada Direktur Utama RSHS Dr. Nina Susana Dewi, Sp.PK(K) di Bandung, Jawa Barat, Jumat (26/6/2020).



Josephus menambahkan, program ini merupakan realisasi dari Program Mantap Peduli yaitu program internal pegawai Bank Mantap yang menyisihkan dari pendapatan mereka.

Dari program ini perseroan berhasil mengumpulkan Rp 2,1 miliar secara sukarela dari seluruh pegawai, diharapkan program-program Bank Mantap juga sejalan untuk mendukung skenario pemerintah yaitu “New Normal” dalam memulihkan ekonomi Indonesia yang menurun akibat pandemi virus covid-19.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top