Menghidupi 20 Juta Orang, Hilirisasi Kelapa Sawit Terus Didorong
Senin, 18 Juli 2022 - 17:12 WIB
loading...
Kemenperin terus memacu industri hilir pengolahan kelapa sawit untuk menghasilkan berbagai produk turunan yang berkualitas dan berdaya saing. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, bahwa Kementerian Perindustrian (Kemenperin) fokus menjalankan kebijakan hilirisasi industri sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas berbasis agro dalam negeri, termasuk kelapa sawit .
“Rantai industri pengolahan kelapa sawit juga telah menyerap tenaga kerja langsung hingga lebih dari 5,2 juta orang dan menghidupi hingga 20 juta orang,” kata Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan, Senin (18/7/2022).
Baca Juga: Ramuan Luhut Kerek Harga TBS Sawit Petani, Target di Atas Rp2.000 Per Kg
Agus membeberkan, pada 2021, ekspor produk sawit mencapai 40,31 juta ton dengan nilai USD35,79 miliar. Raihan itu meningkat sebesar 56,63% dari nilai ekspor tahun 2020.
Industri pengolahan kelapa sawit dinilai berperan penting dalam menumbuhkan perekonomian nasional. Industri tersebut mampu menyerap hasil produksi petani rakyat, meningkatkan kesejahteraan petani sawit swadaya, hingga menambah perolehan devisa bagi negara.
"Aktivitas industri pengolahan sawit juga memberikan multiplier effect seperti menumbuhkan kawasan industri baru berbasis sawit seperti di Dumai (Riau), Sei Mangkei, dan Kuala Tanjung (Sumatra Utara), Tarjun (Kalimantan Timur), dan Bitung (Sulawesi Utara), serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru," ujarnya
“Rantai industri pengolahan kelapa sawit juga telah menyerap tenaga kerja langsung hingga lebih dari 5,2 juta orang dan menghidupi hingga 20 juta orang,” kata Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan, Senin (18/7/2022).
Baca Juga: Ramuan Luhut Kerek Harga TBS Sawit Petani, Target di Atas Rp2.000 Per Kg
Agus membeberkan, pada 2021, ekspor produk sawit mencapai 40,31 juta ton dengan nilai USD35,79 miliar. Raihan itu meningkat sebesar 56,63% dari nilai ekspor tahun 2020.
Industri pengolahan kelapa sawit dinilai berperan penting dalam menumbuhkan perekonomian nasional. Industri tersebut mampu menyerap hasil produksi petani rakyat, meningkatkan kesejahteraan petani sawit swadaya, hingga menambah perolehan devisa bagi negara.
"Aktivitas industri pengolahan sawit juga memberikan multiplier effect seperti menumbuhkan kawasan industri baru berbasis sawit seperti di Dumai (Riau), Sei Mangkei, dan Kuala Tanjung (Sumatra Utara), Tarjun (Kalimantan Timur), dan Bitung (Sulawesi Utara), serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru," ujarnya
Lihat Juga :