Ke Amerika, Bappenas Pelajari Kereta Gantung untuk IKN Nusantara

Senin, 25 Juli 2022 - 11:09 WIB
loading...
Ke Amerika, Bappenas Pelajari Kereta Gantung untuk IKN Nusantara
Kereta gantung direncanakan jadi moda transportasi di IKN Nusantara. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Bappenas mengunjungi Stevenson Fishing Port, Harbour Flight Centre, dan Boeing untuk mempelajari regulasi pengembangan kereta gantung , seaplane, dan pesawat jarak menengah. Pasalnya, moda transportasi kereta gantung rencananya akan dibangun di IKN Nusantara.

Baca juga: Wujudkan SDGs di Perguruan Tinggi, UEU Gandeng Bappeda, Bank DKI, dan Bappenas

“Saat ini sedang dilakukan penjajakan kesesuaian kereta gantung sebagai angkutan perkotaan di IKN dan pariwisata, termasuk kesesuaian aspek topografi wilayah serta added advantage berupa panorama kota. Pemerintah juga sedang menelaah pengembangan kereta gantung yang terintegrasi dengan Rencana Induk dan Sistem Transportasi Perkotaan di IKN,” tutur Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso di Portland, dikutip Senin(25/7/2022).

Sementara, penggunaan seaplane juga sedang dijajaki utamanya untuk kota waterfront seperti Jakarta, Palembang, Surabaya, dan Denpasar. Kajian Kementerian Perhubungan merekomendasikan sembilan lokasi pariwisata di Indonesia. Di samping itu, permintaan terhadap angkutan seaplane perlu dilakukan penelaahan segmentasi pasar dan konektivitas yang dilayani.

“Operasional seaplane di Indonesia mayoritas didominasi swasta dengan peran pemerintah yang masih terbatas pada sisi pemberian izin operasional pesawat apung namun tidak mencakup pembangunan, pengembangan, dan pengoperasian bandara perairan,” kata Suharso.

Baca juga: Anies Sebut Tembok Pembatas JIS Roboh karena Antusiasme Jakmania yang Tak Terbendung

Dalam kunjungan ke Boeing, terdapat dua poin diskusi yang dibahas. Pertama, komitmen untuk memenuhi permintaan Indonesia dalam setiap pembelian pesawat tempur militer sesuai dengan amanat UU No. 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan, maupun pembelian pesawat komersial berupa offset dan transfer teknologi. Kedua, mendorong pengembangan Maintenance, Repair, dan Overhaul (MRO) oleh industri dirgantara nasional sebagai kemitraan dengan Boeing.

(uka)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1641 seconds (10.101#12.26)