Babak Belur Dihantam Perang, Ukraina Sibuk Cari Pinjaman ke IMF
Jum'at, 29 Juli 2022 - 08:43 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Terjebak Utang China, Sri Lanka Pinjam ke IMF dan Bank Dunia
Namun peningkatan pendapatan dan pengiriman diperkirakan baru akan terasa tahun depan, ketika di bawah perkiraan "konservatif" bank sentral, ekspor dapat mencapai 5 juta ton per bulan dan menghasilkan sekitar USD5 miliar pada tahun 2023, kata Shevchenko.
Berbicara tentang intervensi bank sentral di pasar mata uang serta program pembelian obligasinya, Shevchenko mengatakan keduanya akan berlanjut untuk saat ini, di antaranya baru akan berhenti segera setelah perang usai.
"Kami melihat (ini) sebagai salah satu ketidakpastian terbesar. Sampai akhir perang, kita dan Kementerian Keuangan harus bekerja sama untuk mengatasi semua tantangan ini, menggunakan keuangan moneter dan pasar utang internal," paparnya.
Namun peningkatan pendapatan dan pengiriman diperkirakan baru akan terasa tahun depan, ketika di bawah perkiraan "konservatif" bank sentral, ekspor dapat mencapai 5 juta ton per bulan dan menghasilkan sekitar USD5 miliar pada tahun 2023, kata Shevchenko.
Berbicara tentang intervensi bank sentral di pasar mata uang serta program pembelian obligasinya, Shevchenko mengatakan keduanya akan berlanjut untuk saat ini, di antaranya baru akan berhenti segera setelah perang usai.
"Kami melihat (ini) sebagai salah satu ketidakpastian terbesar. Sampai akhir perang, kita dan Kementerian Keuangan harus bekerja sama untuk mengatasi semua tantangan ini, menggunakan keuangan moneter dan pasar utang internal," paparnya.
(akr)
Lihat Juga :