3 BUMN yang Petingginya Disikat Kejagung, Nomor 1 Kerugiannya Paling Jumbo

Jum'at, 29 Juli 2022 - 17:23 WIB
loading...
3 BUMN yang Petingginya Disikat Kejagung, Nomor 1 Kerugiannya Paling Jumbo
Kejagung menindak beberapa petinggi BUMN yang terlibat kasus korupsi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Memasuki kurtal II 2022, Kejaksaan Agung ( Kejangung ) telah menetapkan sejumlah eks petinggi BUMN sebagai tersangka dugaan kasus korupsi. Tercatat ada tiga nama BUMN yang dibidik Kejagung, yaitu PT Garuda Indonesia Tbk, PT Krakatau Steel Tbk, dan PT Waskita Beton Precast.

Baca juga: Lolos Beasiswa APERTI UPER, Mimpi Siswi Berprestasi Asal Nganjuk Ini Terwujud

Menteri BUMN Erick Thohir pun tidak menoleransi segala bentuk indikasi kecurangan apa pun yang berpotensi merugikan negara. Dia memastikan akan mengungkap kasus korupsi di internal perusahaan pelat merah.

Menurutnya, Kementerian BUMN akan bersikap transparan dan tidak memberi ruang bagi pelaku kecurangan atau korupsi. "Hal ini tentu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, salah satunya adalah BPK (Badan Pemeriksaan Keuangan)," ujar Erick dikutip Jumat (29/7/2022).

Berikut beberapa BUMN yang petingginya terjerak kasus dugaan korupsi:

1. Garuda Indonesia

Kasus tindak pidana korupsi di internal PT Garuda Indonesia Tbk merugikan negara sebesar Rp8,8 triliun. Nilai kerugian ini berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Kejagung menetapkan dua orang saksi baru terkait kasus kasus pengadaan pesawat Garuda Indonesia. Kedua saksi baru ini berinisial ES selaku mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Dan SS selaku Direksi PT Mugi Rekso Abadi.

Kejaksaan Agung sebelumnya telah menetapkan tiga orang tersangka. Mereka di antaranya Setijo Awibowo (SA), VP Strategic Management Office Garuda Indonesia 2011-2012; Agus Wahjudo, Executive Project Manager Aircraft Delivery PT Garuda Indonesia 2009-2014; serta Albert Burhan (AB), VP Vice President Treasury Management PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk periode 2005-2012.

2. Krakatau Steel
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1873 seconds (11.97#12.26)