Inggris Tutup Peluang Sektor Properti Jadi Tempat Cuci Uang Oligarki Rusia

Selasa, 02 Agustus 2022 - 06:55 WIB
loading...
Inggris Tutup Peluang...
Oligarki hingga kalangan miliarder yang menggunakan properti Inggris untuk aksi pencucian uang menjadi sasaran sanksi terbaru yang disiapkan kepada Rusia. Foto/Dok BBC
A A A
LONDON - Oligarki hingga kalangan miliarder yang menggunakan properti Inggris untuk aksi pencucian uang menjadi sasaran sanksi terbaru yang disiapkan kepada Rusia. Setiap perusahaan anonim asing yang ingin membeli tanah atau properti di Inggris harus mengungkapkan pemilik sebenarnya.

Baca Juga: Dubai Jadi Surga Baru Bagi Miliarder Rusia, Permintaan Properti Meningkat

Perusahaan asing yang menolak untuk mengungkapkan pemilik aslinya dapat menghadapi denda hingga 2.500 pounds per hari atau hukuman hingga lima tahun penjara. Daftar itu muncul di tengah sanksi ekonomi sebagai tanggapan atas invasi Rusia ke Ukraina.

Organisasi asing yang sudah memiliki tanah di Inggris diberikan waktu selama periode enam bulan untuk mendaftarkan pemilik atau pejabat pengelola mereka.

"Kami dengan jelas menekankan bahwa Inggris merupakan tempat untuk bisnis yang sah saja, dan untuk memastikan kami bebas dari elit korup dengan kekayaan yang mencurigakan, kami perlu tahu siapa yang memiliki apa," ujar Lord Callanan.

"Dengan mengharuskan register, ini akan berjalan dengan kecepatan tinggi. Kami mengangkat tirai dan menindak para penjahat yang berusaha menyembunyikan kekayaan mereka yang diperoleh secara ilegal," bebernya.

Pendaftaran ini merupakan bagian dari RUU Kejahatan Ekonomi (Transparansi dan Penegakan Hukum) yang ditetapkan pada Februari 2022, sebagai tanggapan atas invasi Rusia ke Ukraina.

Baca Juga: Daftar Lengkap Oligarki Rusia: Miliarder di Antara Kekuasan Putin

RUU tersebut mengusulkan agar siapa pun yang mendirikan, menjalankan, memiliki, atau mengendalikan perusahaan di Inggris untuk memverifikasi identitas mereka dengan Companies House, lembaga pemerintah, serta memberi Companies House kewenangan menindak informasi yang mencurigakan.

Daftar ini berlaku untuk properti yang dibeli sejak Januari 1999 di Inggris dan Wales, dan sejak Desember 2014 di Skotlandia.

Anggota parlemen dari Partai Buruh, Margaret Hodge mengatakan ,pemerintah perlu melangkah lebih jauh untuk mengatasi aksi pencucian uang.

"Untuk benar-benar menghentikan aliran kekayaan korup ke pasar perumahan kita, pemerintah harus segera membuat daftar terbuka dari pemilik sebenarnya dari tanah dan properti Inggris, bukan hanya dari mereka yang dimiliki oleh perusahaan," katanya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Rekomendasi
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
HUT ke-499 DKI, Parade...
HUT ke-499 DKI, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Jakfestival di Ancol
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved