Harga Minyak Melandai, OPEC Diprediksi Tahan Kuota Produksi
Rabu, 03 Agustus 2022 - 11:00 WIB
loading...
A
A
A
Analis memperkirakan tidak ada perubahan yang cukup berarti dalam pertemuan OPEC+, mengingat prospek permintaan yang lemah karena tumbuhnya kekhawatiran resesi.
Baca juga: Amerika Resesi, Ini 3 Dampaknya ke Ekonomi Indonesia
Sebagai salah satu anggota OPEC, Arab Saudi ada kemungkinan enggan untuk meningkatkan produksi. Menjelang pertemuan, OPEC+ memangkas perkiraannya menjadi 800.000 barel per hari (bph),
"Kemungkinan mereka akan mengumumkan peningkatan dengan output yang tetap rendah di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini dan sinyal melemahnya permintaan," kata analis ANZ Research dalam sebuah catatan, dilansir Reuters, Rabu (3/8/2022).
Lebih jauh, pasar minyak juga masih terbebani oleh sejumlah katalis termasuk meningkatnya kekhawatiran kemerosotan ekonomi di AS dan Eropa, tekanan utang di negara-negara berkembang, dan kebijakan China yang membatasi aktivitas di importir minyak utama dunia. Demikian analisa Vivek Dhar, seorang pengamat Commonwealth Bank.
Baca juga: Amerika Resesi, Ini 3 Dampaknya ke Ekonomi Indonesia
Sebagai salah satu anggota OPEC, Arab Saudi ada kemungkinan enggan untuk meningkatkan produksi. Menjelang pertemuan, OPEC+ memangkas perkiraannya menjadi 800.000 barel per hari (bph),
"Kemungkinan mereka akan mengumumkan peningkatan dengan output yang tetap rendah di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini dan sinyal melemahnya permintaan," kata analis ANZ Research dalam sebuah catatan, dilansir Reuters, Rabu (3/8/2022).
Lebih jauh, pasar minyak juga masih terbebani oleh sejumlah katalis termasuk meningkatnya kekhawatiran kemerosotan ekonomi di AS dan Eropa, tekanan utang di negara-negara berkembang, dan kebijakan China yang membatasi aktivitas di importir minyak utama dunia. Demikian analisa Vivek Dhar, seorang pengamat Commonwealth Bank.
Lihat Juga :