Airlangga Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh di Atas 5% di Kuartal II 2022
Kamis, 04 Agustus 2022 - 17:15 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai di atas 5% di kuartal II 2022. Meskipun inflasi akan tetapi sejumlah harga komoditas mengalami penurunan.
"Tentu utamanya menjaga inflasi stabil dengan menjaga daya beli. Kami optimis angka pertumbuhan di atas 5% di kuartal II 2022," kata dia dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (4/8/2022).
Baca Juga: Berikut Strategi Pemerintah Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Menurut dia sejumlah komoditas yang harganya diprediksi menurun, antara lain tepung terigu dan termasuk minyak goreng. "Besok BPS akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi di kuartal II, tapi pemerintah dengan indeks keyakinan konsumen juga baik dan PMI di 51,3," ungkap Airlangga
Pihaknya terus memantau beberapa komponen yang menaikkan inflasi, antara lain komoditas pangan dan energi. Sampai saat ini, pemerintah masih mempertahankan daya beli untuk komoditas-komoditas tersebut. "Indonesia tidak melakukan pass through harga, berbeda dengan negara lain," kata dia.
"Tentu utamanya menjaga inflasi stabil dengan menjaga daya beli. Kami optimis angka pertumbuhan di atas 5% di kuartal II 2022," kata dia dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (4/8/2022).
Baca Juga: Berikut Strategi Pemerintah Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Menurut dia sejumlah komoditas yang harganya diprediksi menurun, antara lain tepung terigu dan termasuk minyak goreng. "Besok BPS akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi di kuartal II, tapi pemerintah dengan indeks keyakinan konsumen juga baik dan PMI di 51,3," ungkap Airlangga
Pihaknya terus memantau beberapa komponen yang menaikkan inflasi, antara lain komoditas pangan dan energi. Sampai saat ini, pemerintah masih mempertahankan daya beli untuk komoditas-komoditas tersebut. "Indonesia tidak melakukan pass through harga, berbeda dengan negara lain," kata dia.
Lihat Juga :