Dibayangi Kecemasan Resesi, Harga Minyak Naik Tipis
Jum'at, 05 Agustus 2022 - 11:32 WIB
loading...
A
A
A
"Jika komoditas minyak masih tidak dihargai dalam resesi ekonomi, maka akan bersiap untuk era 'stagflasi' mengingat tingkat pengangguran mulai meningkat dan inflasi tetap tinggi," kata Analis CMC Markets Tina Teng, dilansir Reuters, Jumat (5/8/2022).
Kekhawatiran resesi masih menjadi bayang-bayang pasar minyak menyusul usaha Bank of England menaikkan suku bunga terbesar sejak 1995.
Baca juga: NATO Ungkap Tujuan Utamanya dalam Perang Rusia dan Ukraina
Selain karena resesi, pasar juga akan mencermati laporan ketenagakerjaan di Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis dalam waktu dekat ini.
Pasar berekspektasi ada kenaikan nonfarm payrolls sebesar 250.000 pekerjaan untuk periode bulan lalu, setelah naik 372.000 pekerjaan pada Juni 2022.
Kondisi pasar tenaga kerja AS yang serba riskan dapat memicu kekhawatiran terhadap langkah agresif bank sentral AS The Fed. "Ada tanda-tanda bahwa harga tinggi telah mengurangi permintaan," kata analis ANZ dalam sebuah catatan.
Kekhawatiran resesi masih menjadi bayang-bayang pasar minyak menyusul usaha Bank of England menaikkan suku bunga terbesar sejak 1995.
Baca juga: NATO Ungkap Tujuan Utamanya dalam Perang Rusia dan Ukraina
Selain karena resesi, pasar juga akan mencermati laporan ketenagakerjaan di Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis dalam waktu dekat ini.
Pasar berekspektasi ada kenaikan nonfarm payrolls sebesar 250.000 pekerjaan untuk periode bulan lalu, setelah naik 372.000 pekerjaan pada Juni 2022.
Kondisi pasar tenaga kerja AS yang serba riskan dapat memicu kekhawatiran terhadap langkah agresif bank sentral AS The Fed. "Ada tanda-tanda bahwa harga tinggi telah mengurangi permintaan," kata analis ANZ dalam sebuah catatan.
Lihat Juga :