Langkah Erick Benahi BUMN Dinilai Sudah Sesuai Kebutuhan Bisnis
Senin, 29 Juni 2020 - 14:23 WIB
loading...
A
A
A
"Seleksi dari awal sudah dilakukan dengan objektif, memperhatikan kompetensi dan track record kandidat, serta memiliki integritas yang kuat untuk meng-handle isu governance yang kompleks di perusahaan plat merah," kata Toto.
(Baca Juga: Muda Usia Harus Matang Kerja)
Ia mencontohkan, penempatan talent muda di salah satu perusahaan BUMN dengan posisi strategis hal wajar saja jika dimaksudkan untuk bisa memberikan inovasi baru di tubuh BUMN.Asalkan ia punya inovasi kuat serta paham arah bisnis BUMN di masa depan. Misal yang ditempatkan di Telkom, harus paham tentang bisnis telko di masa depan.
Sehingga, lanjut Toto, investasi besar Telkom di backbone jaringan harus diimbangi dengan pendapatan besar. Contohnya, di jasa over the top (OTT) yang selama ini hanya dinikmati raksasa seperti Google atau Facebook dan sejenisnya. "Itulah tugas yang diharapkan bisa dipenuhi oleh talent muda tersebut," jelas Toto.
Toto menambahkan, saat ini mendesak untuk terus memperbaiki kinerja BUMN. Apalagi ada tantangan lain dimana tingkat profitabilitas rata-rata BUMN masih rendah yakni rata-rata di bawah 5%. Demikian juga angka return of asset rendah, maka ke depan BUMN harus concern meningkatkan kemampuan laba dan menggerakkan aset agar produktif.
(Baca Juga: Muda Usia Harus Matang Kerja)
Ia mencontohkan, penempatan talent muda di salah satu perusahaan BUMN dengan posisi strategis hal wajar saja jika dimaksudkan untuk bisa memberikan inovasi baru di tubuh BUMN.Asalkan ia punya inovasi kuat serta paham arah bisnis BUMN di masa depan. Misal yang ditempatkan di Telkom, harus paham tentang bisnis telko di masa depan.
Sehingga, lanjut Toto, investasi besar Telkom di backbone jaringan harus diimbangi dengan pendapatan besar. Contohnya, di jasa over the top (OTT) yang selama ini hanya dinikmati raksasa seperti Google atau Facebook dan sejenisnya. "Itulah tugas yang diharapkan bisa dipenuhi oleh talent muda tersebut," jelas Toto.
Toto menambahkan, saat ini mendesak untuk terus memperbaiki kinerja BUMN. Apalagi ada tantangan lain dimana tingkat profitabilitas rata-rata BUMN masih rendah yakni rata-rata di bawah 5%. Demikian juga angka return of asset rendah, maka ke depan BUMN harus concern meningkatkan kemampuan laba dan menggerakkan aset agar produktif.
Lihat Juga :