Pendanaan UMK Pertamina Sentuh Kelompok Usaha Difabel
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 17:08 WIB
loading...
Kelompok difabel serta usaha yang mempekerjakan penyandang disabilitas turut menjadi perhatian pendanaan UMK Pertamina. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) memberikan perhatian serius bagi kelompok difabel serta usaha mikro kecil (UMK) yang mempekerjakan kaum difabel. Hal itu diwujudkan melalui bantuan modal usaha untuk mengembangkan perekonomian mereka.
Hal itu antara lain diungkapkan pemilik usaha Batik Mayana, Nurjanah, di Ternate. Nurjanah dan suaminya merupakan penyandang disabilitas yang juga memberikan pelatihan secara gratis bagi penyandang disabilitas agar mampu menjalankan usaha. "Saya mendirikan lembaga pendidikan keterampilan khusus yang diperuntukkan bagi para penyandang disabilitas, anak putus sekolah, dan para janda," ungkapnya dalam siaran pers, Sabtu (6/8/2022).
Baca Juga: Pemerintah Percepat Fasilitasi Sertifikasi Halal Pelaku UMK
Nurjanah mendapatkan pendanaan dari Pertamina pada 2019 dan mengembangkan usaha batik ecoprint dengan motif khusus Maluku Utara. Nurjanah juga menggarap bisnis kuliner yang diwadahi dalam UMK Serba Usaha yang menggarap makanan olahan lokal dan herbal.
Produk-produk UMK Serba Usaha dipasarkan secara online, antara lain melalui media sosial serta marketplace yang disediakan Pertamina sebagai alat perluasan jangkauan pasar. "Kami juga mendapatkan pelatihan dan lain-lain," imbuhnya. Dengan berbagai usaha tersebut, Nurjanah mengaku mampu menghasilkan omzet hingga Rp100 juta per bulan. Yang terpenting, usahanya juga memberdayakan banyak penyandang disabilitas lainnya.
Nurjanah lantas dipilih untuk ikut dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Maluku Utara 2022 yang saat ini sedang berlangsung hingga September 2022. "Targetnya menang dalam ajang ini sekaligus meningkatkan lagi nilai penjualan," tandasnya.
Hal senada dikatakan Lily Handayani yang memiliki bisnis Safina Quilt. UMK yang berlokasi di Balikpapan ini menggeluti usaha pengolahan limbah kain perca. Lily yang juga penyandang disabilitas memperoleh pinjaman modal dari Pertamina. Sebagai mitra, kata dia, usahanya juga memperoleh pembinaan sehingga bisnisnya bisa berkembang. "Kami dibantu dari segi promosi dan pemasaran juga kemudahan dalam bantuan modal usaha," ujarnya.
Hal itu antara lain diungkapkan pemilik usaha Batik Mayana, Nurjanah, di Ternate. Nurjanah dan suaminya merupakan penyandang disabilitas yang juga memberikan pelatihan secara gratis bagi penyandang disabilitas agar mampu menjalankan usaha. "Saya mendirikan lembaga pendidikan keterampilan khusus yang diperuntukkan bagi para penyandang disabilitas, anak putus sekolah, dan para janda," ungkapnya dalam siaran pers, Sabtu (6/8/2022).
Baca Juga: Pemerintah Percepat Fasilitasi Sertifikasi Halal Pelaku UMK
Nurjanah mendapatkan pendanaan dari Pertamina pada 2019 dan mengembangkan usaha batik ecoprint dengan motif khusus Maluku Utara. Nurjanah juga menggarap bisnis kuliner yang diwadahi dalam UMK Serba Usaha yang menggarap makanan olahan lokal dan herbal.
Produk-produk UMK Serba Usaha dipasarkan secara online, antara lain melalui media sosial serta marketplace yang disediakan Pertamina sebagai alat perluasan jangkauan pasar. "Kami juga mendapatkan pelatihan dan lain-lain," imbuhnya. Dengan berbagai usaha tersebut, Nurjanah mengaku mampu menghasilkan omzet hingga Rp100 juta per bulan. Yang terpenting, usahanya juga memberdayakan banyak penyandang disabilitas lainnya.
Nurjanah lantas dipilih untuk ikut dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Maluku Utara 2022 yang saat ini sedang berlangsung hingga September 2022. "Targetnya menang dalam ajang ini sekaligus meningkatkan lagi nilai penjualan," tandasnya.
Hal senada dikatakan Lily Handayani yang memiliki bisnis Safina Quilt. UMK yang berlokasi di Balikpapan ini menggeluti usaha pengolahan limbah kain perca. Lily yang juga penyandang disabilitas memperoleh pinjaman modal dari Pertamina. Sebagai mitra, kata dia, usahanya juga memperoleh pembinaan sehingga bisnisnya bisa berkembang. "Kami dibantu dari segi promosi dan pemasaran juga kemudahan dalam bantuan modal usaha," ujarnya.
Lihat Juga :