Dihadang Pandemi, Nilai Ekspor Bunga Pala Sulut Naik 55%

Senin, 29 Juni 2020 - 21:17 WIB
loading...
Dihadang Pandemi, Nilai...
Pemeriksaan komoditas bunga pala sebelum diekspor. Foto/SINDOnews
A A A
MANADO - Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) merupakan salah satu sentra penghasil bunga pala atau fully terbesar di kawasan timur Indonesia. Nah, dibukanya kembali PSBB secara bertahap memberi angin segar bagi geliat ekspor pertanian, termasuk komoditas unggulan asal Sulut tersebut.

"Tidak berhenti walaupun di awal masa pandemi, komoditas ini dibutuhkan dunia. Dan dengan penerapan New Normal semoga dapat lebih bergairah," kata Donni Muksydayan, Kepala Karantina Pertanian Manado, saat melakukan monitoring ekspor bunga pala 14,4 ton senilai Rp4,7 miliar, Senin (29/6/2020).

Menurut Donni, sebelum berlayar ke negara tujuan ekspor, India, pejabat Karantina Pertanian Manado memeriksa komoditas tersebut dan melakukan pengawasan perlakuan fumigasi menggunakan fosfin (PH3).

Tujuan utama dari fumigasi tersebut untuk mensucihamakan komoditas sehingga tidak ada serangga yang ikut dilalulintaskan. Hal ini merupakan persyaratan dari negara tujuan, sehingga dapat diterbitkan phytosanitary certificate (PC). ( Baca:Sulawesi Utara Ekspor 128 Ton Kelapa Parut ke Eropa )

Menurut Donni, ini adalah kegiatan ekspor yang kelima puluh kalinya, dihitung berdasarkan jumlah PC yang diterbitkan oleh Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Manado sepanjang tahun ini.

“Ekspor Komoditas pala biji atau fully sepanjang tahun 2020 menunjukkan tren positif, terhitung dari Januari hingga Juni mengalami peningkatan 21,78%,” imbuhnya.

Berdasarkan data sistem perkarantinaan, IQFAST tercatat komoditas bunga pala yang berhasil diekspor hingga bulan ini mencapai 78,9 ton dengan nilai sebesar Rp412 miliar. Angka itu naik sekitar 55% dibanding dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp265 miliar.

Selain India dan beberapa negara di Timur Tengah, berbagai negara di benua Eropa juga sudah sejak lama menjadi negara tujuan ekspor komoditas tersebut. Setelah sampai di negara tujuan, bunga pala pada umumnya digunakan sebagai bahan dasar pembuatan berbagai produk, mulai dari makanan, minuman, kosmetik, hingga parfum," tambahnya.

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil mengatakan sejalan dengan arah program Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam meningkatkan tiga kali lipat ekspor komoditas pertanian dalam empat tahun ke depan, Barantan akan terus berupaya mendukung akselerasi tersebut melalui berbagai inovasi sistem digitalisasi layanan ekspor.

Selain sistem Permohonan Pemerisaan Karantina (PPK) online yang telah jalan, aplikasi peta potensi komoditas pertanian berorientasi ekspor atau IMACE juga akan terus dimaksimalkan. Ali Jamil berharap aplikasi tersebut dapat digunakan sebagai landasan kebijakan dalam mendorong pembangunan komoditas pertanian berbasis kawasan berorientasi ekspor.

"Pemerintah daerah dapat memanfaatkan peta ini untuk mengembangkan potensi wilayah dan kami pun akan lebih mudah memfasilitasi ekspornya," tegas Ali jamil.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
Ekspor April 2026 Melesat...
Ekspor April 2026 Melesat 21,98% Tembus Rp449.6 Triliun, Ini Penopangnya
BPS: Neraca Dagang RI...
BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar
Potensi Tambahan Penerimaan...
Potensi Tambahan Penerimaan Negara dari DSI Masih Dihitung, Purbaya: Belum Ketemu Angkanya
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Rakernas Inkopotren...
Rakernas Inkopotren 2026 Fokus Dorong UMKM Pesantren Go Internasional
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Rekomendasi
7 Brigjen Pol Dimutasi...
7 Brigjen Pol Dimutasi oleh Kapolri pada Awal Mei Dalam Rangka Pensiun
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Berita Terkini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Infografis
Batas Aman Makan Kue...
Batas Aman Makan Kue Lebaran Biar Berat Badan Tidak Naik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved