Lebih Cuan, Perusahaan Batu Bara Rela Bayar Denda Agar Ekspor Jalan Terus
Selasa, 09 Agustus 2022 - 16:38 WIB
loading...
A
A
A
"Kondisi harga batu bara yang cukup tinggi, saat ini perusahaan cenderung ingin mendapatkan pendapatan yang lebih baik, karena ada disparitas harga yang demikian besar. Ini mengakibatkan potensi industri dalam negeri bisa mengalami kekurangan," kata Arifin dalam rapat kerja dengan Komisi VII, Jakarta, Selasa (9/8/2022).
Baca Juga: PLN Sulit Dapatkan Batu Bara, DPR RI Akan Panggil Kementerian ESDM
Dia menuturkan, adanya sanksi berupa kompensasi dengan tarif yang kecil dan pembayaran denda bagi yang melanggar kontrak. Perusahaan batu bara cenderung lebih memilih untuk membayar sanksi tersebut agar bisa ekspor.
"Sanksi berupa pembayaran dana kompensasi dengan tarif yang kecil dan pembayaran denda bagi yang melanggar kontrak, menyebabkan perusahaan batu bara cenderung untuk lebih memilih membayar denda sanksi dan kompensasi, dibandingkan dengan nilai ekspor yang bisa diperoleh," terangnya.
"Untuk itu ada kecenderungan untuk menghindari kontrak dengan industri dalam negeri," tambahnya.
Baca Juga: PLN Sulit Dapatkan Batu Bara, DPR RI Akan Panggil Kementerian ESDM
Dia menuturkan, adanya sanksi berupa kompensasi dengan tarif yang kecil dan pembayaran denda bagi yang melanggar kontrak. Perusahaan batu bara cenderung lebih memilih untuk membayar sanksi tersebut agar bisa ekspor.
"Sanksi berupa pembayaran dana kompensasi dengan tarif yang kecil dan pembayaran denda bagi yang melanggar kontrak, menyebabkan perusahaan batu bara cenderung untuk lebih memilih membayar denda sanksi dan kompensasi, dibandingkan dengan nilai ekspor yang bisa diperoleh," terangnya.
"Untuk itu ada kecenderungan untuk menghindari kontrak dengan industri dalam negeri," tambahnya.
Lihat Juga :