Kementerian ATR/BPN Catat Realisasi Penyediaan TORA Capai 1,61 Juta Hektare

Selasa, 09 Agustus 2022 - 18:15 WIB
loading...
Kementerian ATR/BPN...
Kawasan hutan tak produktif akan masuk dalam program TORA. Foto/ilustrasi
A A A
JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional ( ATR/BPN ) Hadi Tjahjanto mengatakan dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) hingga 2024, pemerintah setidaknya harus menyediakan Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) seluas 4,1 juta hektare (ha).

Baca juga: BPN Serahkan 53 Ribu Hektare Kawasan Hutan Tidak Produktif ke KLHK

Saat ini hingga Juli 2022 target tersebut terealisasi 39% atau baru 1,61 juta ha. Menteri Hadi menjelaskan dari 1,61 juta ha tersebut, yang telah terbit sertifikatnya adalah 321 ribu ha atau setara 702 ribu bidang.

"Sisanya belum bisa ditindaklanjuti dengan redistribusi tanah karena belum clean dan clear," ujarnya di The Westin Jakarta, Selasa (9/8/2022).

Menurut Menteri Hadi, dengan adanya TORA tersebut diharapkan bisa mengurangi ketimpangan penguasaan dan pemilikan tanah dalam rangka menciptakan keadilan, menangani sengketa dan konflik agraria, serta menciptakan sumber kemakmuran masyarakat.

"Sebagai upaya untuk percepatan penyediaan TORA dari pelepasan kawasan hutan, Kementerian ATR/BPN menginisiasi pengajuan proposal pelepasan kawasan hutan produksi konversi tidak produktif kepada KLHK," sambung Menteri Hadi.

Pengajuan pelepasan kawasan hutan yang dilakukan adalah seluas 53.959,96 ha, yang tersebar di lima kabupaten dalam empat wilayah provinsi, yaitu Kabupaten Kutai Kartanegara (Provinsi Kalimantan Timur), Kabupaten Sintang (Provinsi Kalimantan Barat), Kabupaten Pulang Pisau (Provinsi Kalimantan Tengah) dan Kabupaten Banyuasin dan Musi Banyuasin (Provinsi Sumatra Selatan).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenhut Bangun Perekonomian...
Kemenhut Bangun Perekonomian Kehutanan Inklusif, Berkelanjutan, dan Kompetitif
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
RI-UNEP Perkuat Kerja...
RI-UNEP Perkuat Kerja Sama Kehutanan, REDD+, dan Pengembangan Pasar Karbon
Sinergi Pengusaha-Kampus...
Sinergi Pengusaha-Kampus Percepat Multiusaha Kehutanan dan Pengendalian Karhutla
APHI Dorong Penguatan...
APHI Dorong Penguatan Komitmen Jaga Kelestarian Hutan
Pakar: Status Sawit...
Pakar: Status Sawit di Kawasan Hutan Perlu Pendekatan Hukum yang Berkeadilan bagi Rakyat
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
Ryamizard Ryacudu di...
Ryamizard Ryacudu di Mata Gatot Nurmantyo dan Hadi Tjahjanto
Rekomendasi
Baterai Menyatu Rangka,...
Baterai Menyatu Rangka, Jok Jadi Kasur, Layar Dasbor 2.5K, Leapmotor B10 SUV China Rasa Eropa
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Konser BTS Jakarta 2026...
Konser BTS Jakarta 2026 Jadi 3 Hari, Pramono Sebut Berdampak Besar bagi Ekonomi
Berita Terkini
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Infografis
10 Kementerian/Lembaga...
10 Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Terbesar di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved