Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat? Ini Kata Mendag Zulhas

Rabu, 10 Agustus 2022 - 16:18 WIB
loading...
Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat? Ini Kata Mendag Zulhas
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan. Foto/MPI/Advenia Elisabeth
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan atau Zulhas menangkis pernyataan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo soal pasokan dan kenaikan harga gandum yang bakal mengerek harga mi instan hingga tiga kali lipat.

Menurut dia, negara-negara penghasil gandum seperti Australia, Kanada dan Amerika Serikat (AS) yang sempat gagal panen, kini sudah kembali panen.

"Enggak (naik), dulu kan gagal panennya seperti Australia, Kanada, Amerika, sekarang panennya sukses. Apalagi sekarang Ukraina sudah boleh jual," kata Mendag Zulhas saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Rabu (10/8/2022).

Baca juga: Pasokan Gandum Terganggu, Mentan Beri Sinyal Harga Mi Instan Naik 3 Kali Lipat

Bahkan, Mendag memprediksi harga gandum secara global akan merangkak turun pada September 2022 mendatang.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut dampak perang antara Rusia - Ukraina terhadap rantai pasok bahan makanan mulai terasa di Indonesia. Dia bahkan memproyeksi harga mi instan bakal naik hingga tiga kali lipat.

Hal itu karena Indonesia bergantung pada impor komoditas gandum dari dua negara. Sehingga, kenaikan harga pangan berbasis impor tak bisa dihindari.

Baca juga: Sorgum Bisa Jadi Pengganti Impor Gandum untuk Industri Mi dan Roti

"Jadi hati-hati yang makan mi banyak dari gandum, besok harganya 3 kali lipat itu. Maafkan saya, saya bicara ekstrem saja ini," ujar Mentan dalam webinar bersama Ditjen Ditjen Tanaman Pangan, Senin (8/8/2022).

Mentan menjelaskan ketersediaan gandum dunia sebetulnya ada, namun adanya konflik global yang membuat masalah pada rantai pasok bakal membuat harga gandum menjadi mahal.



"Ada gandumnya, tetapi harganya akan mahal bangat, sementara kita impor terus ini. Kalau saya jelas tidak setuju, apapun kita makan saja, seperti singkong, sorgum, sagu," tuturnya.
(ind)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2529 seconds (11.210#12.26)