Pulihkan Pariwisata, Menko Luhut Genjot Kontribusi Turis Domestik
Minggu, 14 Juni 2020 - 21:01 WIB
loading...
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan tengah menyusun langkah meningkatkan kontribusi sektor pariwisata dalam memulihkan kondisi ekonomi. Dalam upaya pemulihan ekonomi serta meningkatkan sektor pariwisata , Luhut secara khusus akan mengupayakan peningkatan kontribusi dari turis domestik.
"Jadi kita ingin yang awalnya 50% menjadi 70% untuk turis domestik," ungkap Luhut dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (14/6/2020).
Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves Odo RM Manuhutu menjelaskan arahan Menko Luhut tersebut. Dia mengatakan, banyak negara di dunia, antara lain Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis, sekitar 70% pendapatan domestik bruto (PDB) diperoleh dari turis domestik. "Dan ada pula data menarik, dimana di negara seperti Brazil, China, dan India, kontribusinya bahkan mencapai 90%," katanya.
(Baca Juga: Industri Wisata Bali Bidik Pasar Wisman Terdekat Saat New Normal)
Ia juga menambahkan, arahan itu juga berdasarkan sektor pariwisata yang di masa pandemi ini mengalami kemunduran yang sangat tajam dan berdampak pada rendahnya penerimaan devisa negara dan anjloknya perekonomian masyarakat.
"Jadi kita ingin yang awalnya 50% menjadi 70% untuk turis domestik," ungkap Luhut dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (14/6/2020).
Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves Odo RM Manuhutu menjelaskan arahan Menko Luhut tersebut. Dia mengatakan, banyak negara di dunia, antara lain Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis, sekitar 70% pendapatan domestik bruto (PDB) diperoleh dari turis domestik. "Dan ada pula data menarik, dimana di negara seperti Brazil, China, dan India, kontribusinya bahkan mencapai 90%," katanya.
(Baca Juga: Industri Wisata Bali Bidik Pasar Wisman Terdekat Saat New Normal)
Ia juga menambahkan, arahan itu juga berdasarkan sektor pariwisata yang di masa pandemi ini mengalami kemunduran yang sangat tajam dan berdampak pada rendahnya penerimaan devisa negara dan anjloknya perekonomian masyarakat.
Lihat Juga :