Sri Mulyani Kantongi Penerimaan Pajak Rp1.028,46 Triliun hingga Juli

Kamis, 11 Agustus 2022 - 21:53 WIB
loading...
Sri Mulyani Kantongi...
Menkeu Sri Mulyani. Foto/Dok Antara
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan pajak sebesar Rp1.028,46 triliun hingga Juli 2022. Pertumbuhan penerimaan perpajakan ini sebesar 58,79%, dengan capaian 69,26% dari target Perpres Nomor 98 tahun 2022.

Rinciannya, PPh non migas sebesar Rp595 triliun (79,4% dari target), PPN dan PPnBM sebesar Rp377,6 triliun (59,1% dari target), PPh Migas sebesar Rp49,2 triliun (76,1% dari target), serta PBB dan pajak lainnya Rp6,6 triliun (20,5% dari target).

"Kinerja penerimaan pajak yang sangat baik dari bulan Januari-Juli 2022 dipengaruhi oleh tren kenaikan harga komoditas, pertumbuhan ekonomi yang ekspansif, basis yang rendah pada tahun 2021 karena pemberian insentif fiskal, dan dampak implementasi Program Pengungkapan Sukarela (PPS) atau Tax Amnesty jilid II," ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN KITA edisi Agustus 2022 di Jakarta, Kamis(11/8/2022).

Baca juga: Kemenkeu ke Kominfo: Jangan Sampai Blokir Steam Malah Ganggu Pajak

Dia menyebutkan bahwa pertumbuhan yang sangat tinggi hingga 80,4% di bulan Juni 2022 disebabkan oleh tingginya penerimaan dari PPS.

"Secara umum, kinerja penerimaan pajak hingga Juli ditopang oleh kenaikan harga komoditas, pemulihan ekonomi, serta dampak kebijakan/phasing out insentif fiskal, UU HPP, dan kompensasi BBM," paparnya.

Adapun dinamika penerimaan Juli antara lain, PPh 21 yang meningkat didorong oleh pembayaran gaji ke-13, PPh 22 impor mengalami normalisasi seiring pengurangan insentif dengan pertumbuhan yang serupa PPN impor.

Baca juga: Jokowi Minta Target KUR Naik jadi Rp320 Triliun, Menkeu: Sangat Besar

Tak hanya itu, PPh Badan konsisten tumbuh tinggi karena sejalan dengan profitabilitas yang membaik di tahun 2021 dan ekspektasi di tahun 2022.

"PPh 26 tumbuh positif ditopang oleh peningkatan pembayaran dividen, PPh final melambat seiring dengan berakhirnya PPS, dan PPN DN tumbuh sejalan dengan terjaganya aktivitas ekonomi dan penyesuaian tarif," jelas Sri.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
Momentum Jakarta Fair,...
Momentum Jakarta Fair, Bapenda DKI Permudah Warga Bayar Pajak Kendaraan
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Menkeu Purbaya Pastikan...
Menkeu Purbaya Pastikan Skema Pajak DSI Berlaku Normal
Kepatuhan Pajak Butuh...
Kepatuhan Pajak Butuh Kepercayaan Publik, Bukan hanya Teknologi
Lampaui Target, Bea...
Lampaui Target, Bea Cukai Sumbawa Kantongi Rp1,44 Triliun dalam Empat Bulan
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
Rekomendasi
Sneaker Louis Vuitton...
Sneaker Louis Vuitton Combi Rancangan Pharrell Williams Dikritik, Disebut Mirip Vans Authentic
Mau Nyaman Liburan ke...
Mau Nyaman Liburan ke Bali? Perhatikan Ini Sebelum Memilih Tour Wisata
Sepak Bola Gelorakan...
Sepak Bola Gelorakan Kampanye Dont Stop The Celebration, Ajak Masyarakat Rayakan Kebersamaan
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved