Harga Mi Instan Bakal Makin Mahal, Kementan Ungkap Fakta Impor Gandum RI
Kamis, 11 Agustus 2022 - 22:36 WIB
loading...
Merespons potensi kenaikan harga mi instan hingga tiga kali lipat menyusul terkereknya harga gandum, Kementan meminta masyarakat dan pelaku industri pangan untuk terus waspada terhadap potensi krisis pangan global. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Merespons potensi kenaikan harga mi instan hingga tiga kali lipat menyusul terkereknya harga gandum, Kementerian Pertanian (Kementan) meminta masyarakat dan pelaku industri pangan untuk terus waspada terhadap potensi krisis pangan global.
Kondisi Indonesia memang masih terbilang aman. Ketersediaan komoditas pangan strategis masih terjamin dan harga relatif stabil. Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri mengatakan, bagi banyak negara, saat ini krisis pangan sudah di depan mata.
Baca Juga: India Setop Ekspor Gandum, Produsen Mi Instan Bakal Naikkan Harga?
Menurut laporan Global Crisis Response Group Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekitar 1,6 miliar orang di 94 negara menghadapi setidaknya satu dimensi krisis pangan, energi, dan sistem finansial.
Potensi terjadinya krisis pangan global karena adanya gangguan rantai pasok yang membuat harga berbagai komoditas melonjak. Kuntoro melanjutkan, Perang Ukraina-Rusia, perubahan iklim, dan pandemi covid-19 yang belum sepenuhnya usai, menyebabkan adanya tren di kalangan negara-negara sentra produksi pangan mulai melakukan restriksi ekspor ke negara-negara lain.
Sepanjang Juni 2022, International Food Policy Research Institute (IFPRI) menyebut ada berbagai kebijakan restriksi ekspor di beberapa negara, baik berupa pelarangan, izin, dan atau pajak ekspor.
Baca Juga: Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat? Ini Kata Mendag Zulhas
Kondisi Indonesia memang masih terbilang aman. Ketersediaan komoditas pangan strategis masih terjamin dan harga relatif stabil. Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri mengatakan, bagi banyak negara, saat ini krisis pangan sudah di depan mata.
Baca Juga: India Setop Ekspor Gandum, Produsen Mi Instan Bakal Naikkan Harga?
Menurut laporan Global Crisis Response Group Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekitar 1,6 miliar orang di 94 negara menghadapi setidaknya satu dimensi krisis pangan, energi, dan sistem finansial.
Potensi terjadinya krisis pangan global karena adanya gangguan rantai pasok yang membuat harga berbagai komoditas melonjak. Kuntoro melanjutkan, Perang Ukraina-Rusia, perubahan iklim, dan pandemi covid-19 yang belum sepenuhnya usai, menyebabkan adanya tren di kalangan negara-negara sentra produksi pangan mulai melakukan restriksi ekspor ke negara-negara lain.
Sepanjang Juni 2022, International Food Policy Research Institute (IFPRI) menyebut ada berbagai kebijakan restriksi ekspor di beberapa negara, baik berupa pelarangan, izin, dan atau pajak ekspor.
Baca Juga: Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat? Ini Kata Mendag Zulhas
Lihat Juga :