Pacu Peran Generasi Muda untuk Percepat Pemulihan Ekonomi Daerah Pasca Pandemi
Senin, 15 Agustus 2022 - 15:25 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Keren, 20 UKM Siap Produksi Merchandise Resmi G20 Indonesia
Dia menegaskan, UMKM punya peran strategis dalam pembangunan nasional. “UMKM yang go internasional menjadi sarana menambah devisa negara,” imbuh Azura dalam webinar yang ditujukan khususnya bagi komunitas di Sulawesi dan sekitarnya.
Pada kesempatan yang sama, Humas Pemprov Sulsel Mudrikan Hidayat Nacong mengatakan, perkembangan teknologi digital dapat mendorong berkembangnya seni dan budaya. Masyarakat pun kini sampai pada era ekonomi kreatif, setelah melalui berbagai era seperti pertanian, industri, dan informasi. “Di tengah ketidakpastian global, ekonomi kreatif jadi harapan baru,” ucapnya.
Baca juga: HAKI Bisa Jadi Jaminan Pembiayaan, Wamenparekraf Angela: Terobosan Regulasi Perkuat Ekraf RI!
Dia pun menjabarkan beberapa subsektor ekonomi kreatif (ekraf), yaitu arsitektur, desain interior, diskomvis, desain produk, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, fashion, aplikasi dan game developer, penerbitan, periklanan, televisi dan radio, seni pertunjukan, dan seni rupa.
“Peluang yang mendorong pengembangan ekraf antara lain karena adanya bonus demografi, meningkatnya permintaan produk ekraf, meningkatnya jumlah kelas menengah, berkembangnya gaya hidup digital, serta potensi kekayaan alam dan budaya,” paparnya.
Dia menegaskan, UMKM punya peran strategis dalam pembangunan nasional. “UMKM yang go internasional menjadi sarana menambah devisa negara,” imbuh Azura dalam webinar yang ditujukan khususnya bagi komunitas di Sulawesi dan sekitarnya.
Pada kesempatan yang sama, Humas Pemprov Sulsel Mudrikan Hidayat Nacong mengatakan, perkembangan teknologi digital dapat mendorong berkembangnya seni dan budaya. Masyarakat pun kini sampai pada era ekonomi kreatif, setelah melalui berbagai era seperti pertanian, industri, dan informasi. “Di tengah ketidakpastian global, ekonomi kreatif jadi harapan baru,” ucapnya.
Baca juga: HAKI Bisa Jadi Jaminan Pembiayaan, Wamenparekraf Angela: Terobosan Regulasi Perkuat Ekraf RI!
Dia pun menjabarkan beberapa subsektor ekonomi kreatif (ekraf), yaitu arsitektur, desain interior, diskomvis, desain produk, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, fashion, aplikasi dan game developer, penerbitan, periklanan, televisi dan radio, seni pertunjukan, dan seni rupa.
“Peluang yang mendorong pengembangan ekraf antara lain karena adanya bonus demografi, meningkatnya permintaan produk ekraf, meningkatnya jumlah kelas menengah, berkembangnya gaya hidup digital, serta potensi kekayaan alam dan budaya,” paparnya.
Lihat Juga :