Heboh Harga Mi Instan Akan Naik, BPS Ungkap Fakta Ini

Senin, 15 Agustus 2022 - 15:07 WIB
loading...
Heboh Harga Mi Instan...
Badan Pusat Statistik (BPS) ikut merespons perihal keresahan masyarakat terkait isu kenaikan harga mi instan di Indonesia yang diramal bakal mencapai 3 kali lipat harganya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) ikut merespons perihal keresahan masyarakat terkait isu kenaikan harga mi instan di Indonesia. Sebelumnya Menteri Pertanian (Mentan) memperkirakan kenaikan harga mi instan bisa sampai tiga kali lipat, lantaran pasokan gandum Ukraina mengalami masalah.

Baca Juga: Harga Mi Instan Akan Naik Tiga Kali Lipat, Mendag Zulhas: Itu Kiasan Supaya Masyarakat Konsumsi Singkong

Menanggapi hal itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto mengatakan bahwa impor biji gandum dan meslin Indonesia tersebar di 8 negara. Yakni yaitu Australia, Argentina, Kanada, India, Brazil, Amerika Serikat (AS), Moldova, dan Ukraina.

Ada tiga negara yang share-nya terbesar di periode Januari-Juli 2022, antara lain Australia, Argentina, dan Kanada.

"Jadi, ketiga negara ini merupakan sumber impor biji gandum dan meslin terbesar untuk Indonesia. Kemudian, impor biji gandum dan meslin yang secara konsisten adalah India, meski share-nya masih kecil," ungkap Setianto dalam rilis BPS di Jakarta, Senin (15/8/2022).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
Kepala BPS Ungkap Progres...
Kepala BPS Ungkap Progres Sensus Ekonomi 2026 DKI Jakarta: Capai 45,17%
Mengapa Sensus Ekonomi...
Mengapa Sensus Ekonomi Masih Dilakukan dari Pintu ke Pintu?
Purbaya Beberkan Penyebab...
Purbaya Beberkan Penyebab Neraca Perdagangan Mei 2026 Defisit
Neraca Dagang Defisit...
Neraca Dagang Defisit Perdana usai 72 Bulan Surplus, Ini Biang Keladinya
Neraca Dagang RI Defisit...
Neraca Dagang RI Defisit USD1,61 Miliar, Pertama Kali sejak 2020
PM Modi: India Siap...
PM Modi: India Siap Pasok Obat-obatan hingga Benih Gandum ke Indonesia
Manohara Masih Doyan...
Manohara Masih Doyan Mi Instan tapi Tubuh Tetap Langsing, Ini Rahasianya!
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Rekomendasi
Menteri PU Dody Hanggodo...
Menteri PU Dody Hanggodo Respons Isu Kena Reshuffle: Ampun Bos Ampun
Kemendikdasmen Siapkan...
Kemendikdasmen Siapkan Lulusan SMK Hadapi Era Robotika, Prospek Karier Menjanjikan
Tim 9 Dinilai Jadi Harapan...
Tim 9 Dinilai Jadi Harapan Penuntasan Kasus Febrie Adriansyah
Berita Terkini
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
Infografis
7 Negara yang Paling...
7 Negara yang Paling Banyak Konsumsi Mi Instan di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved