Ekonomi Diprediksi Baru Akan Pulih Setelah 2020

Selasa, 30 Juni 2020 - 13:50 WIB
loading...
Ekonomi Diprediksi Baru...
Pemulihan ekonomi dari dampak wabah Covid-19 diprediksi baru akan dimulai setelah tahun 2020. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Mantan Menteri Pariwisata periode 2014-2019 Arief Yahya mengatakan hampir semua ahli menilai bahwa dampak dari pandemi covid-19 akan membuat pemulihan ekonomi berjalan lambat, dan bergelombang. Diprediksi, pemulihan ekonomi baru akan dimulai setelah tahun 2020.

"Jadi menurut para ahli dampak Pandemi covid-19 baru akan selesai pada 2020. Baik itu dampak ekonominya atau pun dari segi kesehatan," ujar Arief Yahya dalam seminar daring Indonesia Brand Forum 2020 di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan ada dua terkait dampak dari pandemi. Pertama, dari segi kesehatan. Krisis Kesehatan akan mempengaruhi ke perekonomian, jika dibiarkan maka akan berdampak pada sektor sosial seperti contohnya kerusuhan.

(Baca Juga: Titip Rp30 Triliun, Sri Mulyani Minta Bank BUMN Genjot Kredit 3 Kali Lipat)

Kemudian yang kedua adalah perekonomian. Ia mengatakan tahap awal atau first shock merupakan fase dampak ekonomi ketika wabah Covid-19 bermula seperti yang dirasakan sekarang yaitu terjadinya PHK dan banyak perusahaan gulung tikar. "Para ahli juga menilai di fase aftershock ini juga diperkirakan akan terjadi kolaps atau tumbangnya kawasan Eropa," katanya.

Meski begitu, dampak pandemi memiliki sisi yang positif yaitu kebangkitan nasionalisme. Hal seperti ini bisa timbul karena semua mempunyai musuh bersama, yang membuat masyarakat bersatu.

Selain itu ia juga mengemukakan bahwa semua proses bisnis mengarah pada interaksi dan transaksi yang bebas sentuhan atau sentuhan rendah. Bisnis yang sesuai dengan prinsip low touch economy atau mampu bertransformasi menjadi low touch economy akan tumbuh lebih pesat.

"Sektor ekonomi yang low touch atau touchless akan menjadi pemenang seperti e-commerce. Dan sektor ekonomi yang high touch akan loser. Untuk itu yang high touch harus menjadi touchless," tandasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketiga Kalinya, Para...
Ketiga Kalinya, Para Ahli Tak Melihat Perbaikan Ekonomi Indonesia
BI Rate Turun, Ekonom...
BI Rate Turun, Ekonom Sebut Kebijakan Fiskal dan Moneter Satu Arah Dorong Pemulihan Ekonomi
BUMN Berperan Penting...
BUMN Berperan Penting selama Pandemi Covid-19 dan Era Pemulihan
Ekonomi Tumbang, Jepang...
Ekonomi Tumbang, Jepang Pesimistis Pemulihan Bakal Berjalan Cepat
China Kembali Terjerat...
China Kembali Terjerat Deflasi, Tanda Ekonomi dalam Bahaya
Ekonomi China Bangkit...
Ekonomi China Bangkit Diluar Prediksi, Tumbuh 4,9% Kuartal III-2023
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Rekomendasi
Jadwal TKA SMA 2026...
Jadwal TKA SMA 2026 Resmi Dirilis, Simak Tips Jitu Raih Nilai Tertinggi
Kemenhaj Ajukan Tambahan...
Kemenhaj Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Tahun 2027
Pernikahan Jennifer...
Pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner Digarap EO Milik Thariq Halilintar
Berita Terkini
IHSG Ditutup Memerah...
IHSG Ditutup Memerah ke Posisi 6.220, Ada 403 Saham Berjatuhan
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
NHM Raih PROPER Biru...
NHM Raih PROPER Biru KLHK, Tegaskan Komitmen terhadap Pengelolaan Lingkungan yang Taat dan Berkelanjutan
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved