Jaga Pasokan Pangan, Holding BUMN Perlu Koordinasi Intensif

Rabu, 17 Agustus 2022 - 23:55 WIB
loading...
Jaga Pasokan Pangan, Holding BUMN Perlu Koordinasi Intensif
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira. FOTO/Istimewa
A A A
JAKARTA - Pemerintah perlu kolaborasi menjaga pasokan pangan di tengah tantangan krisis global. Koordinasi intensif holding pangan dalam menghadapi tingginya inflasi.

"Pak Jokowi tidak main-main soal inflasi. Dalam pidato RAPBN 2023 kemarin disinggung juga soal pangan terlepas dari masalah energi ini juga permasalahan soal krisis pangan," kata Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira dalam Webinar BUMN Lokomotif Pemulihan Ekonomi Nasional oleh MNC Portal Indonesia, Rabu (17/8/2022).

Baca Juga: Keterlibatan BUMN dan Swasta Bisa Perkuat Ketahanan Pangan

Menurutnya koordinasi holding BUMN perkebunan dan pupuk perlu diintensifkan. Pasalnya permasalahan ini cukup krusial menjaga pasokan pangan khususnya dalam meningkatkan produktivitas lahan pertanian.
Selain itu untuk memastikan penyaluran subsidi pupuk tepat sasaran, hingga bekerja sama dengan petani untuk pengolahan pascapanen.

"Syukur-syukur sektor pertanian Indonesia masih bisa mengirim pasokan berlebih untuk menambah devisa ekspor dan membantu negara lain yang hadapi krisis pangan," ucapnya.

Baca Juga: Puan Maharani Wanti-wanti Soal Defisit Pangan, Ini Alasannya

Sementara itu, International Rice Research Institute (IRRI) baru saja memberikan sertifikat pengakuan kepada Presiden Jokowi karena Indonesia berhasil mencapai swasembada beras 2019-2021. Tidak hanya beras, menurut Bhima, masih banyak pangan potensial lainnya yang bisa di swasembadakan sekaligus di ekspor ke negara lain.

(nng)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1416 seconds (11.97#12.26)