Perindo Soroti Impor Pangan yang Melonjak Tembus Rp223 Triliun
Selasa, 23 Juli 2024 - 20:14 WIB
loading...
Partai Perindo menyoroti impor pangan yang terus meningkat dan ancaman krisis pangan. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Partai Perindo menyoroti ancaman krisis pangan di Indonesia. Krisis pangan menjadi tantangan Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk bisa memastikan ketersediaan pangan dalam lima tahun ke depan.
Ketua DPP Perindo bidang Ketahanan Pangan dan Lingkungan Hidup, Firda Riwu Kore mengatakan Indonesia terus ketergantungan negara pada impor pangan yang mencapai nilai USD13,8 miliar atau setara Rp223 triliun pada 2023. Dia mengatakan hal tersebut berdasarkan kenaikan impor beras yang mencapai 785,5% pada 2023 dibandingkan 2022.
"Banyak faktor yang mempengaruhi timbulnya krisis pangan seperti perubahan iklim ekstrem, kekurangan tenaga kerja dan alih fungsi lahan yang lebih dominan ke arah pemukiman dan industri. Namun hal-hal diatas seharusnya dapat diatasi oleh pemerintah dengan tindakan-tindakan preventif maupun regulasi yang baik," ujar Firda saat dihubungi, Selasa (23/7/2024).
Baca Juga: Mentan Amran: Fenomena Cuaca Aneh Mulai Ganggu Sektor Pertanian
Firda mengungkapkan bahwa Perindo menyarankan tiga hal guna menjadi solusi bagi penyebab ancaman krisis pangan. Pertama guna menanggulangi perubahan iklim ekstrim, lanjut Firda, pemerintah dapat memetakan iklim yang disesuaikan dengan potensi produksi pangan secara efektif.
Ketua DPP Perindo bidang Ketahanan Pangan dan Lingkungan Hidup, Firda Riwu Kore mengatakan Indonesia terus ketergantungan negara pada impor pangan yang mencapai nilai USD13,8 miliar atau setara Rp223 triliun pada 2023. Dia mengatakan hal tersebut berdasarkan kenaikan impor beras yang mencapai 785,5% pada 2023 dibandingkan 2022.
"Banyak faktor yang mempengaruhi timbulnya krisis pangan seperti perubahan iklim ekstrem, kekurangan tenaga kerja dan alih fungsi lahan yang lebih dominan ke arah pemukiman dan industri. Namun hal-hal diatas seharusnya dapat diatasi oleh pemerintah dengan tindakan-tindakan preventif maupun regulasi yang baik," ujar Firda saat dihubungi, Selasa (23/7/2024).
Baca Juga: Mentan Amran: Fenomena Cuaca Aneh Mulai Ganggu Sektor Pertanian
Firda mengungkapkan bahwa Perindo menyarankan tiga hal guna menjadi solusi bagi penyebab ancaman krisis pangan. Pertama guna menanggulangi perubahan iklim ekstrim, lanjut Firda, pemerintah dapat memetakan iklim yang disesuaikan dengan potensi produksi pangan secara efektif.
Lihat Juga :