Penyimpanan Gas Jerman Terisi 80 Persen Meski Pasokan Rusia Seret

Rabu, 24 Agustus 2022 - 04:03 WIB
loading...
A A A
Penyimpanan gas Jerman baru terisi sekitar 56% dari kapasitas ketika perusahaan energi milik negara Rusia, Gazprom mulai memotong pasokan gas melalui Nord Stream 1 pada pertengahan Juni, lalu. Gazprom beralasan ada masalah teknis, namun otoritas Jerman menudingnya sebagai kedok untuk permainan kekuasaan politik.

Dalam beberapa minggu terakhir, Nord Stream 1 hanya berjalan dengan kapasitas 20%. Gazprom belum lama ini mengumumkan bahwa pipa akan ditutup dari 31 Agustus hingga 2 September untuk apa yang dikatakannya sebagai "perawatan rutin" di stasiun kompresor.

Baca Juga: Eropa Kembali Terguncang, Gazprom Matikan Aliran Gas Rusia Selama 3 Hari

Jerman adalah salah satu dari beberapa negara Eropa yang dilanda pengurangan pasokan gas alam Rusia sejak perang Ukraina dimulai. Berkurangnya pasokan, memunculkan kekhawatiran adanya pemutusan lebih lanjut.

Sementara itu lonjakan permintaan telah mengirim harga gas alam pada patokan TTF Eropa melonjak ke rekor tertinggi bulan ini, memicu inflasi dan meningkatkan ancaman resesi melanda Eropa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
Pertamina Patra Niaga-MEPS...
Pertamina Patra Niaga-MEPS Kerja Sama Perkuat Keandalan Operasional Kilang
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Rekomendasi
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved