Rieke Diah Pitaloka Bingung: Ketika Harga Minyak Dunia Turun, Harga BBM Enggak Turun
Kamis, 25 Agustus 2022 - 09:52 WIB
loading...
Rieke Diah Pitaloka mempertanyakan alasan kenaikan harga BBM subsidi. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR, Rieke Diah Pitaloka , keberatan dengan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Dia mempertanyakan alasan pemerintah membuka peluang kenaikan harga BBM karena tingginya harga acuan minyak dunia.
Baca juga: Rieke Diah Pitaloka Buka Suara Soal Kenaikan Harga BBM Subsidi, Seperti Apa Bunyinya?
"Alasannya dari tahun ke tahun sama saja, karena minyak dunia naik. Tapi ketika harga minyak dunia turun, kok harga BBM enggak turun ya, Pak?" kata Rieke dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi VI DPR bersama Menteri BUMN di Senayan, Jakarta, Rabu (24/8/2022).
Dia meminta penjelasan kepada Menteri BUMN Erick Thohir terkait perhitungan kenaikan harga BBM dan utang-utang pemerintah kepada PT Pertamina (Persero) serta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk subsidi dan kompensasi energi. Dia juga mendorong Kementerian BUMN untuk membuka data siapa saja penerima BBM bersubsidi tersebut.
Politikus PDIP itu menyarankan pemerintah untuk lebih dahulu memperbaiki data penerima BBM bersubsidi sebelum mengambil kebijakan tentang kenaikan harga. Ia mengatakan seharusnya pemerintah berfokus menyalurkan BBM bersubsidi kepada penerima yang tepat sasaran, alih-alih langsung menaikkan harga BBM subsidi.
Baca juga: Rieke Diah Pitaloka Buka Suara Soal Kenaikan Harga BBM Subsidi, Seperti Apa Bunyinya?
"Alasannya dari tahun ke tahun sama saja, karena minyak dunia naik. Tapi ketika harga minyak dunia turun, kok harga BBM enggak turun ya, Pak?" kata Rieke dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi VI DPR bersama Menteri BUMN di Senayan, Jakarta, Rabu (24/8/2022).
Dia meminta penjelasan kepada Menteri BUMN Erick Thohir terkait perhitungan kenaikan harga BBM dan utang-utang pemerintah kepada PT Pertamina (Persero) serta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk subsidi dan kompensasi energi. Dia juga mendorong Kementerian BUMN untuk membuka data siapa saja penerima BBM bersubsidi tersebut.
Politikus PDIP itu menyarankan pemerintah untuk lebih dahulu memperbaiki data penerima BBM bersubsidi sebelum mengambil kebijakan tentang kenaikan harga. Ia mengatakan seharusnya pemerintah berfokus menyalurkan BBM bersubsidi kepada penerima yang tepat sasaran, alih-alih langsung menaikkan harga BBM subsidi.
Lihat Juga :