Jerman Kesal, Perusahaan Energi Minta Bantuan Padahal Untung Besar

Rabu, 31 Agustus 2022 - 13:41 WIB
loading...
Jerman Kesal, Perusahaan...
Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck. Foto/Reuters
A A A
JAKARTA - Pemerintah Jerman menegaskan tidak akan memberikan bantuan bagi perusahaan energi domestik yang meraup keuntungan besar selama krisis energi di Eropa belakangan ini. Hal itu ditegaskan Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck dalam sebuah wawancara dengan radio Deutschlandfunk pada Selasa (30/8) lalu seperti dikutip RT.com.

“Yang tentu saja tidak kami perlukan adalah bahwa para pembonceng yang mendapat untung besar (saat krisis), tapi mendapatkan bantuan itu," kata Habeck, mengacu pada kemarahan publik yang meningkat atas fakta bahwa beberapa perusahaan energi Jerman yang meminta bantuan pemerintah di tengah berkurangnya pasokan gas dari Rusia telah mencetak rekor laba tertinggi karena meroketnya biaya energi.

Baca Juga: Kondisi Memburuk, Jerman Bunyikan Alarm Krisis Gas

Di bawah kebijakan Berlin yang baru-baru ini diungkapkan, konsumen Jerman harus membayar retribusi gas baru, tambahan sebesar 2,4 sen euro untuk setiap kilowatt-jam gas yang mereka gunakan mulai 1 Oktober hingga akhir Maret 2024. Retribusi ini ditujukan untuk membantu pemasok energi Jerman tetap bertahan di tengah kenaikan biaya gas.

Akan tetapi, laporan media baru-baru ini menunjukkan bahwa dari 12 perusahaan yang mengajukan bantuan pemerintah berdasarkan pungutan ini, beberapa telah menghasilkan keuntungan senilai miliaran karena kenaikan harga energi dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: Saat Eropa Krisis Energi, Rusia Malah Bakar Gas Rp148 M Sehari

Bahkan salah satunya terbyata hanya memiliki sekitar 1,5% ketergantungan pada gas Rusia dan hampir tidak terpengaruh oleh kekurangan pasokan.

Sambil menekankan bahwa pungutan itu penting untuk meratakan beban harga yang tinggi dan memastikan keamanan pasokan energi di dalam negeri, Habeck mengatakan bahwa Berlin akan meninjau mekanisme bantuan pemerintah untuk menghindari salah sasaran.

Salah satu opsinya adalah melarang dividen bagi perusahaan yang menggunakan paket bantuan. Kabinet menteri Jerman direncanakan akan membahas masalah ini segera.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, Industri dan Sektor Energi Perlu Dijaga Bersama
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Bisa Tembus USD100 per Barel Bertahun-tahun
Stok Menipis, Pasar...
Stok Menipis, Pasar Minyak Global Terancam Kritis dalam Tiga Bulan ke Depan
Negara Ini Mulai Rusuh...
Negara Ini Mulai Rusuh Tercekik Harga BBM, Ekonomi Terancam Lumpuh
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, Moody's Prediksi Harga Minyak Bertahan di Kisaran USD100 per Barel
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
AS Batal Kirim Rudal...
AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia
Rekomendasi
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Hapus Sanksi Administratif PKB dan BBNKB
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
Berita Terkini
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved