Presiden Nilai Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dilaksanakan PT Pos Indonesia sudah Bagus

Minggu, 04 September 2022 - 11:19 WIB
loading...
A A A
Pos Indonesia Gunakan Tiga Metode Penyaluran BLT BBM
Sementara itu, Direktur Bisnis Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia (Persero), Tonggo Marbun, mengatakan dalam penyaluran BLT BBM tidak ada kendala, tim Pos Indonesia sudah menyiapkan sejak awal strategi untuk pencapaian penyaluran dana.

“Tidak ada kendala. Ini tantangan bagi kami, ada lesson learn dari penyaluran-penyaluran sebelumnya yang kita dapatkan dari feedback dari masyarakat maupun dari Kementerian Sosial. Dan tentunya itu sudah menjadi penyempurnaan dari kami,” jelas Tonggo Marbun yang juga menjabat sebagai Direktur SDM PT Pos Indonesia.

Seperti pencapaian penyaluran bansos yang dilakukan Pos Indonesia sebelumnya, yaitu Bantuan Sosial Tunai (BST), Bansos Sembako (BPNT), dan BLT Minya Goreng, Pos Indonesia kembali menggunakan tiga metode yang sama untuk penyaluran BLT BBM ini.

(Baca juga:Dibrondong BLT, Separuh UMKM Batal Bangkrut)

“Kami lakukan itu dengan tiga metode.pengambilan di komunitas, bisa mengambil di kantor pos, dan yang paling utama khususnya bagi KPM yang punya keterbatasan seperti disabilitas dan sudah lanjut usia, kami akan antarkan langsung ke rumah. Itu pesan dari Menteri Sosial Bu Risma dan itu amanat kami jalankan. Kendala untuk kondisi tertentu sudah kami atasi, nanti teman-teman dari kantor pos akan mengantarkan masing-masing ke KPM,” jelas Tonggo.

Direktur Jaminan Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) Heri Kris mengatakan Pos Indonesia mampu mengantarkan bantuan tunai ini door to door sehingga penerima manfaat bisa segera menggunakan uang bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan khususnya ketika harga BBM naik.

“Basis data KPM yang digunakan itu sama dengan data ketika penyaluran BLT minyak goreng,” kata Heri jelaskan siapa penerima BLT BBM.

Kepala KCU Bandar Lampung Risdayati mengatakan data sementara terkait alokasi KPM di wilayah Provinsi Lampung yang menerima BLT BBM ini, sebanyak kurang lebih 475.000 KPM.

“Kami selalu komunikasikan, berkoordinasi dengan instansi dan fungsi-fungsi terkait, dengan pemda, Dinas Sosial provinsi dan kabupaten. Berikutnya kami juga membuat perencanaan, menghitung kapasitas kita. Berapa tenaga yang kita miliki. kebutuhan akan kekurangannya itu berapa. Kita bisa merekrut tenaga-tenaga lepas, dari mahasiswa misalnya, untuk membantu penyaluran tersebut,” jelas Risdayati.

Bantalan sosial berupa uang tunai ini, tentu sangat berarti bagi KPM. Seperti pengakuan Septia misalnya, yang tinggal di Kelurahan Enggal, Kecamatan Enggal, Bandar Lampung. “Bantuan uang ini sangat membantu usaha saya. Buat tambah modal,” kata Septia yang kesehariannya berjualan es buah.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2652 seconds (11.97#12.26)