Kementan: Masyarakat Boleh Konsumsi Jamur Enoki, Ini Syaratnya

Kamis, 02 Juli 2020 - 13:53 WIB
loading...
Kementan: Masyarakat...
Jamur enoki disebut masih aman dikonsumsi asalkan bukan produksi perusahaan Green Co Ltd Korea Selatan yang tercemar. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi mengatakan bahwa masyarakat masih bisa mengonsumsi jamur Enoki. Syaratnya, jamur tersebut bukanlah produksi perusahaan Green Co Ltd asal Korea Selatan.

"Masyarakat boleh dan aman mengkonsumsi jamur Enoki asalkan bukan produksi Green Co dari Korea Selatan. Ada jamur Enoki dari China, aman untuk dikonsumsi," kata Agung di Jakarta, Kamis (2/7/2020).

(Baca Juga: Kementan Terus Pantau dan Koordinasikan Penanganan ASF)

Selain itu, Agung mengimbau agar masyarakat dalam mengonsumsi jamur enoki terlebih dulu dimasak dengan baik. Berdasarkan penelitian Kementan, bakteri yang mencemari jamur enoki itu mati pada suhu 75 derajat Celcius, dan dalam waktu masak selama 5 menit.

"Kami mengimbau masyarakat agar lebih cermat dan berhati-hati, dalam mengonsumsi jamur enoki. Pengolahan minimal pada suhu 75 derajat celcius selama 5 menit agar aman dikonsumsi," terangnya.

Sebelumnya, Kementan memastikan jamur enoki yang berasal dari produsen Green Co Ltd asal Korea Selatan sudah tak beredar di Indonesia. Jamur enoki dari produsen tersebut terbukti tercemar oleh bakteri Listeria Monocytogenes.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mentan Amran Copot Oknum...
Mentan Amran Copot Oknum ASN yang Sewakan Lahan Negara 300 Hektare
Pilar Swasembada Pangan,...
Pilar Swasembada Pangan, Kementan Cetak Ratusan Ribu Petani Muda
Harga Beras di Jepang...
Harga Beras di Jepang Naik 90%, Bagaimana di Indonesia?
Ini 3 Arahan Prabowo...
Ini 3 Arahan Prabowo untuk Mentan Amran di Kementerian Pertanian
Gerak Cepat Atasi Kekeringan,...
Gerak Cepat Atasi Kekeringan, Kementan Sabet Penghargaan Komunikasi Publik Terbaik di AMH 2024
Tebus Pupuk Subsidi...
Tebus Pupuk Subsidi Cukup Pakai KTP, Mentan Amran: Jangan Dipersulit!
Dirjenbun Kementan Pastikan...
Dirjenbun Kementan Pastikan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
Diskriminasi Menahun:...
Diskriminasi Menahun: Daging Sapi Vs Daging Kerbau
Mentan Amran: Rehabilitasi...
Mentan Amran: Rehabilitasi Sawah Pascabencana di Sumatera Tanggung Jawab Negara
Rekomendasi
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved