Penting untuk Capai NZE, Panas Bumi Harus Dikembangkan Optimal
Selasa, 13 September 2022 - 23:22 WIB
loading...
Pengembangan energi panas bumi di dalam negeri dinilai penting untuk mencapai netralitas karbon di 2060. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Dari beragam potensi potensi sumber energi baru terbarukan (EBT) yang dimiliki Indonesia, panas bumi dinilai sebagai salah satu elemen penting untuk mencapai target netralitas karbon atau net zero emission (NZE) pada 2060. Karena itu, pengembangan sumber energi panas bumi dinilai perlumendapatkan prioritas pengembangan dari pemerintah.
"Dalam rangka mencapai NZE, seluruh potensi energi terbarukan, termasuk panas bumi harus dikembangkan dengan optimal," kata Direktur Eksekutif Institute for Essential Service Reform (IESR) Fabby Tumiwa, belum lamaini.
Baca Juga: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Industri Panas Bumi Skala Global
Fabby menilai sangat wajar jika pemerintah memberi perhatian serius untuk pengembangan panas bumi. Terlebih pemerintah sendiri memiliki peta jalan pengembangan panas bumi dengan target kapasitas 7 Gigawatt (GW) pada 2030.
Apalagi, lanjut Fabby, saat ini ada fasilitas penurunan risiko eksplorasi panas bumi, yaitu Geothermal Resources Risk Management (GREM) yang dikelola oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Belum lagi pendanaan infrastruktur panas bumi yang juga dikelola PT SMI sebesar Rp3,7 triliun yang berasal dari dana APBN dan hibah Bank Dunia.
"Dalam rangka mencapai NZE, seluruh potensi energi terbarukan, termasuk panas bumi harus dikembangkan dengan optimal," kata Direktur Eksekutif Institute for Essential Service Reform (IESR) Fabby Tumiwa, belum lamaini.
Baca Juga: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Industri Panas Bumi Skala Global
Fabby menilai sangat wajar jika pemerintah memberi perhatian serius untuk pengembangan panas bumi. Terlebih pemerintah sendiri memiliki peta jalan pengembangan panas bumi dengan target kapasitas 7 Gigawatt (GW) pada 2030.
Apalagi, lanjut Fabby, saat ini ada fasilitas penurunan risiko eksplorasi panas bumi, yaitu Geothermal Resources Risk Management (GREM) yang dikelola oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Belum lagi pendanaan infrastruktur panas bumi yang juga dikelola PT SMI sebesar Rp3,7 triliun yang berasal dari dana APBN dan hibah Bank Dunia.
Lihat Juga :