Pemerintah Harus Pantau Debitur Bank yang Memiliki Kaitan dengan China dan Amerika

Rabu, 14 September 2022 - 06:55 WIB
loading...
Pemerintah Harus Pantau Debitur Bank yang Memiliki Kaitan dengan China dan Amerika
Pemerintah bisa memitigasi dampak resesi global. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Indonesia bisa melakukan beberapa upaya untuk memitigasi ancaman resesi global . Misalnya, melihat jalur transmisi resesi, apakah melalui sektor keuangan , sektor perdagangan atau melalui investasi langsung.

Baca juga: Wapres Mengingatkan Krisis Biasanya Menandai Perubahan dan Pembaruan

"Kalau yang melalui sektor keuangan ini kan berarti harus dimitigasi," ujar Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira kepada MPI, Selasa (13/9/2022).

Langkah yang pertama menurut Bhima adalah dengan melihat apakah ada perbankan atau debitur kakap yang memiliki exposure atau keterkaitan dengan negara-negara yang mengalami resesi ekonomi.

"Misalnya Amerika Serikat atau China yang sekarang menghadapi krisis properti, gagal bayar properti di China yang ada kaitannya dengan perbankan lembaga keuangan di dalam negeri dengan debitur kakap konglomerasi keuangan," tuturnya.

Kemudian yang kedua, tambah Bhima, yang harus disiapkan adalah saat ini harga komoditas masih bagus, maka Bank Indonesia (BI) harus bisa mendorong devisa hasil ekspor masuk lebih banyak lagi ke Indonesia dan dikonversi ke rupiah untuk memperkuat ketahanan sektor eksternal.

Kemudian poin terakhir, pemerintah bisa menjaga daya beli masyarakat yang paling rentan apabila resesi global terjadi, yaitu dengan cara menambah alokasi subsidi energi dan dana kompensasi untuk kenaikan harga energi.

Baca juga: Terlibat Kasus Ferdy Sambo, Brigadir Frillyan Fitri Dihukum Demosi 2 Tahun

"Tidak cukup hanya Rp24 triliun tapi bantuan kepada pelaku UMKM yang jumlahnya 64 juta unit. Kemudian pekerja di sektor informal yang tidak dilindungi oleh bantuan subsidi upah, subsidi pangan, ini yang harusnya diperkuat jaring pengamannya sehingga Indonesia bisa lebih siap dan tidak mengulang peristiwa tahun 2008 dan juga dan tahun 1998," tukasnya.

(uka)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1899 seconds (10.101#12.26)