IIGCE 2022: Tidak Ada Alasan Tunda Pemanfaatan Panas Bumi
Rabu, 14 September 2022 - 17:53 WIB
loading...
A
A
A
Transisi energi menurutnya harus mampu menciptakan pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan. Sementara, ramah lingkungan menjadi salah satu karakteristik energi panas bumi. Energi panas bumi tersedia sepanjang waktu dan tidak terpengaruh kondisi cuaca dan iklim. Sehingga, sangat cocok dijadikan pembangkit energi terbarukan pemikul beban dasar dengan capacity factor rata-rata di atas 95%.
Baca Juga: AS: Rusia Habiskan Rp4,4 Triliun untuk Pengaruhi Politisi dan Pejabat di Dunia
"Diharapkan momen ini dianggap mampu menciptakan peluang baik untuk menjalin kerja sama antara pemangku kepentingan industri panas bumi. API akan terus mendukung upaya-upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan energi Indonesia, khususnya energi panas bumi. Transisi energi harus dilakukan dalam menjawab tantangan ketahanan dan kemandirian energi nasional," tegas Prijandaru.
Karena itu, sambung Ketua Panitia Pelaksana IIGCE 2022 Riza Pasikki, perhelatan ini menjadi forum dan momen besar dalam mempertemukan lembaga pemerintah, pembuat kebijakan, pemangku kepentingan, investor, perusahaan jasa, akademisi, dan pakar industri panas bumi untuk meningkatkan serta mempercepat pengembangan panas bumi di Indonesia. Riza memperkirakan lebih dari 1.000 delegasi menghadiri konvensi ini secara virtual, yang terdiri dari perusahaan pengembang panas bumi, perusahaan pelayanan panas bumi, perusahaan pendukung, pemerintah, para ahli dari universitas serta mahasiwa.
“Dukungan sangat dibutuhkan untuk terus menggali potensi panas bumi di Indonesia. Harapannya panas bumi dapat dioptimalkan karena sudah terbukti memberikan multiplier effect untuk kesejahteraan rakyat. Tidak ada alasan untuk menunda pemanfaatan panas bumi di Indonesia," tandasnya.
Baca Juga: AS: Rusia Habiskan Rp4,4 Triliun untuk Pengaruhi Politisi dan Pejabat di Dunia
"Diharapkan momen ini dianggap mampu menciptakan peluang baik untuk menjalin kerja sama antara pemangku kepentingan industri panas bumi. API akan terus mendukung upaya-upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan energi Indonesia, khususnya energi panas bumi. Transisi energi harus dilakukan dalam menjawab tantangan ketahanan dan kemandirian energi nasional," tegas Prijandaru.
Karena itu, sambung Ketua Panitia Pelaksana IIGCE 2022 Riza Pasikki, perhelatan ini menjadi forum dan momen besar dalam mempertemukan lembaga pemerintah, pembuat kebijakan, pemangku kepentingan, investor, perusahaan jasa, akademisi, dan pakar industri panas bumi untuk meningkatkan serta mempercepat pengembangan panas bumi di Indonesia. Riza memperkirakan lebih dari 1.000 delegasi menghadiri konvensi ini secara virtual, yang terdiri dari perusahaan pengembang panas bumi, perusahaan pelayanan panas bumi, perusahaan pendukung, pemerintah, para ahli dari universitas serta mahasiwa.
“Dukungan sangat dibutuhkan untuk terus menggali potensi panas bumi di Indonesia. Harapannya panas bumi dapat dioptimalkan karena sudah terbukti memberikan multiplier effect untuk kesejahteraan rakyat. Tidak ada alasan untuk menunda pemanfaatan panas bumi di Indonesia," tandasnya.
(fai)
Lihat Juga :