alexametrics

Tambah Kapal Penampung Minyak, BULL Rogoh Kocek Hingga USD300 Juta

loading...
Tambah Kapal Penampung Minyak, BULL Rogoh Kocek Hingga USD300 Juta
BULL tambah armada kapal tanker penampung minyak. FOTO/Ilustrasi.
A+ A-
JAKARTA - PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL) mendatangkan kapal tanker berjenis Long Range 2 dari total delapan kapal tanker yang telah diserahterimakan tahun ini. Dengan pembelian kapal tersebut pertumbuhan perseroan sejak tahun lalu sampai sekarang mencapai 16 kapal dan berhasil meningkatkan kapasitas angkut efektif sebesar 142% dengan investasi sekitar USD300 juta.

"Sebagai perbandingan, dengan harga satu kapal baru kami bisa mendapatkan tiga kapal berusia 10-15 tahun. Sehingga kami dapat menghasilkan pendapatan tiga kali lipat untuk mengurangi resiko modal kami sebesar 80%. Dengan begitu, perseroan dapat mengembangkan armada dengan tetap menjaga rasio utang," ujar Direktur Utama BULL, Kevin Wong, di Jakarta, Kamis (2/7/2020).

(BACA JUGA: Siapkan Dana Rp1,5 Triliun, Buana Lintas Lautan Tambah 8 Kapal)

Dia mengatakan sejak kuartal I 2020 perseroan telah menerima pengiriman tiga kapal tanker dengan total kapasitas sebesar 253.801 DWT. Penambahan kapal tersebut untuk memeperkuat armada perseroan menjadi 33 kapal dengan total kapasitas 2,3 juta DWT, di mana 17 kapal merupakan jenis LR2/Aframax dengan ukuran 80.000–119.999 DWT.

"Sementara kapal yang dibeli tersebut berukuran 109.647 DWT dengan panjang 245 meter. Dan hanya dari kuartal pertama sampai kuartal kedua tahun ini total kapasitas efektif telah meningkat sebesar 20%," jelas dia.

Dia menyebut perseroan membeli kapal tanker mid-cycle yang memiliki margin lebih tinggi dengan umur sekitar 10-15 tahun untuk meminimalisir resiko dan mengoptimalkan tingkat imbal balik. Pihakya yakkin pembelian kapal mid-cycle menekan resiko jauh lebih rendah dibandingkan dengan membeli kapal baru.

Sebelumnya, pihaknya juga telah mengembangkan armadanya dari delapan kapal tanker dengan total kapasitas 202.782 DWT pada tahun 2013 menjadi 2,3 juta DWT saat ini sambil secara bersamaan menurunkan rasio utang terhadap EBITDA menjadi setengahnya. "Ini suatu bukti nyata konsistensi arus kas dan profitabilitas yang kuat perseroan," jelasnya.

Ia berencana untuk melanjutkan pengembangan armadanya dengan prinsip kehati-hatian, mengingat posisi keuangan perseroan yang kuat dan peluang yang berkelanjutan dipasar domestik dan internasional. Memasuki tahun ini, pihaknya optimistis prospek usaha tetap tumbuh positif karena perkiraan dinamika permintaan dan pasokan kapal tanker kian ketat akibat dari rendahnya pemesanan pembangunan kapal baru dalam konstruksi dititik terendah selama lebih dari 20 tahun terakhir.

"Katalis ini kemudian menjadi lebih besar karena pandemi menyebabkan peningkatan permintaan kapal tanker digunakan sebagai tempat penyimpanan minyak terapung," kata dia.

Sebagai informasu, pada kuartal pertama 2020, pendapatan usaha BULL meningkat menjadi USD43,1 juta, naik 1,8 kali dari USD23,4 juta pada periode yang sama tahun lalu. Sedangkan, laba bersih BULL naik 4,8 kali dari USD4,1 juta menjadi USD19,7 juta.
(nng)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top