Surplus Anggaran Rusia Menyusut Dihantam Sanksi Barat dan Pemutusan Gas Eropa

Kamis, 15 September 2022 - 18:26 WIB
loading...
Surplus Anggaran Rusia...
Surplus anggaran Rusia telah menyusut secara signifikan yang diyakini menjadi sinyal terbaru bahwa keuangan Moskow mulai merasakan tekanan dari sanksi Barat dan keputusan Kremlin mematikan pasokan gas ke Eropa. Foto/Dok
A A A
MOSKOW - Surplus anggaran Rusia telah menyusut secara signifikan yang diyakini menjadi sinyal terbaru bahwa keuangan Moskow mulai merasakan tekanan dari sanksi Barat dan keputusan Kremlin mematikan pasokan gas ke Eropa .

Baca Juga: Pengurangan Pasokan Gas Rusia Makin Besar, Pembeli Teratas Eropa Tercekik

Surplus anggaran menyempit menjadi 137 miliar rubel (1,9 miliar pounds) dalam delapan bulan pertama tahun 2022. Angka tersebut menyusut tajam dari sebelumnya 482 miliar rubel, berdasarkan years to date dari bulan sebelumnya.

Keuangan Rusia seperti diketahui telah mendapat dorongan seiring dengan melonjaknya harga energi yang dampaknya membuat pendapatan semakin besar sejak menginvasi Ukraina.

Tetapi para ekonom memperingatkan surplus Rusia kemungkinan akan berubah menjadi defisit pada bulan September 2022, karena pendapatan pemerintah terpukul oleh menyusutnya penjualan energi ke Eropa. Pendapatan dari energi dapat diperas lebih lanjut karena harga gas terus turun.

Harga gas acuan di Eropa turun 9pc dan terus ke level terendah dalam sebulan pada perdagangan 13 September, lalu karena Uni Eropa (UE) terus menyusun proposal untuk menghindari krisis energi musim dingin, termasuk langkah-langkah untuk mengekang permintaan listrik.

Harga gas tergelincir ke 192 euro per megawatt jam, turun lebih dari 40pc pada level tertinggi yang dicapai pada bulan Agustus.

Diterangkan juga bahwa terjadi penurunan tajam pada ekspor energi Rusia selama Agustus 2022, hingga menyebabkan defisit bulanan sebanyak 360 miliar rubel atau setara USD5,9 miliar.

Baca Juga: Rusia Ancam Membiarkan Eropa Membeku Saat Musim Dingin, Jika...

Rusia mencatat surplus hampir 500 miliar rubel dalam tujuh bulan pertama tahun 2022. Tetapi total kumulatif mengalami penurunan menjadi hanya 137 miliar rubel bulan lalu, menunjukkan defisit besar pada Agustus yang dikaitkan oleh para ekonom karena penurunan tajam dalam pendapatan minyak dan gas.

Surplus Rusia selama enam bulan pertama tahun ini mencapai 1.37 triliun rubel ditopah harga energi yang melonjak. Namun aliran gas Rusia ke Eropa telah berkurang menjadi sekitar seperlima dari pengiriman pra-invasi.

Pada awal September, Moskow mengatakan akan menjaga Nord Stream 1, yang membentang di bawah Laut Baltik ke Jerman tetap ditutup tanpa batas waktu kecuali barat mencabut sanksi yang dijatuhkan atas invasi Moskow ke Ukraina.

Harga minyak yang berkontribusi lebih dari gas terhadap anggaran Rusia, juga telah menurun tajam sejak Juni. Harga internasional telah turun dari sekitar USD120 per barel menjadi di bawah USD100. Rusia juga harus mendiskon minyaknya lebih lanjut untuk mendorong pembeli baru seperti India untuk mengambil barel yang pernah pergi ke Eropa.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
BRICS Jadi Senjata Terakhir...
BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Rekomendasi
Ferrari Dicemooh, BMW...
Ferrari Dicemooh, BMW Dipuja: Menguak Rahasia Sangar M Concept Neue Klasse!
Menhan Jepang Temui...
Menhan Jepang Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Penguatan Kerja Sama Pertahanan Dibahas
Lansia 70 Tahun di PIK...
Lansia 70 Tahun di PIK Nyaris Diculik, Pelaku Kini Diburu Polisi
Berita Terkini
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Rusia Perluas Kuota...
Rusia Perluas Kuota Kuliah Gratis, Cetak Ahli Minyak hingga IT dari Indonesia
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved