Neraca Dagang Surplus, Rupiah Ditutup Menguat di Rp14.897 per Dolar AS
Kamis, 15 September 2022 - 19:48 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Segini Biaya Pemakaman Ratu Elizabeth II, Tembus Triliunan Rupiah
Selain itu, surplus neraca perdagangan ditopang oleh surplus neraca komoditas non minyak dan gas (non migas). Tercatat, neraca komoditas non migas surplus USD7,74 miliar, ditopang oleh komoditas bahan bakar mineral (HS 27), besi dan baja (HS 72), lemak dan minyak hewan/nabati (HS15).
Dia melanjutkan, menguatnya rupiah juga ditopang oleh Bank Indonesia (BI) yang melaporkan posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia sebesar USD400,4 miliar per Juli 2022 atau turun dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya (MtM) sebesar USD403,6 miliar.
"Secara tahunan posisi ULN pada Juli 2022 terkontraksi sebesar 4,1% (YoY), lebih dalam dari kontraksi bulan sebelumnya sebesar 3,2%(YoY)," paparnya.
Baca juga: 2 Bandara di Dunia yang Pernah Diduga Akan Diambil Alih oleh China karena Gagal Bayar Utang
Selain itu, surplus neraca perdagangan ditopang oleh surplus neraca komoditas non minyak dan gas (non migas). Tercatat, neraca komoditas non migas surplus USD7,74 miliar, ditopang oleh komoditas bahan bakar mineral (HS 27), besi dan baja (HS 72), lemak dan minyak hewan/nabati (HS15).
Dia melanjutkan, menguatnya rupiah juga ditopang oleh Bank Indonesia (BI) yang melaporkan posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia sebesar USD400,4 miliar per Juli 2022 atau turun dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya (MtM) sebesar USD403,6 miliar.
"Secara tahunan posisi ULN pada Juli 2022 terkontraksi sebesar 4,1% (YoY), lebih dalam dari kontraksi bulan sebelumnya sebesar 3,2%(YoY)," paparnya.
Baca juga: 2 Bandara di Dunia yang Pernah Diduga Akan Diambil Alih oleh China karena Gagal Bayar Utang
Lihat Juga :