Krisis Energi Hantam Eropa, Perusahaan Bahan Bakar Fosil Akan Kena Pungutan
Kamis, 15 September 2022 - 21:05 WIB
loading...
A
A
A
"Keuntungan-keuntungan itu melebihi dari yang bisa didapatkan entitas-entitas ini dalam keadaan normal," kata rancangan rencana Uni Eropa, yang dilihat oleh Reuters.
BP dan Shell belum berkomentar, begitu juga dengan TotalEnergies yang tidak segera menanggapi permintaan komentar dilansir Reuters.
Proposal tersebut juga diharapkan mencakup perusahaan listrik yang menghadapi krisis likuiditas. Tetapi negara-negara Benua Biru masih terpecah atas rincian itu, terkait apakah bakal memberlakukan batasan pada harga yang mereka bayar untuk gas, kata para diplomat.
Sementara itu Rusia mengatakan akan memotong semua pasokan jika pembatasan harga gasnya diperkenalkan. Di sisi lain seluruh perusahaan Eropa dan pemerintahnya sedang berebut cara untuk mengatasi krisis.
Tak Bertanggung Jawab
Di Prancis, Menteri Keuangan Bruno Le Maire mengatakan, konsumen akan dilindungi oleh batasan baru pada harga energi menjelang musim dingin. Meski begitu akan ada kenaikan, karena akan "tidak bertanggung jawab untuk menempatkan beban ... semata-mata pada APBN".
BP dan Shell belum berkomentar, begitu juga dengan TotalEnergies yang tidak segera menanggapi permintaan komentar dilansir Reuters.
Proposal tersebut juga diharapkan mencakup perusahaan listrik yang menghadapi krisis likuiditas. Tetapi negara-negara Benua Biru masih terpecah atas rincian itu, terkait apakah bakal memberlakukan batasan pada harga yang mereka bayar untuk gas, kata para diplomat.
Sementara itu Rusia mengatakan akan memotong semua pasokan jika pembatasan harga gasnya diperkenalkan. Di sisi lain seluruh perusahaan Eropa dan pemerintahnya sedang berebut cara untuk mengatasi krisis.
Tak Bertanggung Jawab
Di Prancis, Menteri Keuangan Bruno Le Maire mengatakan, konsumen akan dilindungi oleh batasan baru pada harga energi menjelang musim dingin. Meski begitu akan ada kenaikan, karena akan "tidak bertanggung jawab untuk menempatkan beban ... semata-mata pada APBN".
Lihat Juga :