Wall Street Dibuka Rontok, Kekhawatiran Resesi AS Kian Menjadi
Jum'at, 16 September 2022 - 21:19 WIB
loading...
A
A
A
Satu hal yang menambah suasana pasar menjadi muram adalah pernyataan Bank Dunia yang mengatakan ekonomi global berpotensi tersungkur dalam resesi.
Baca juga: AS Bisa Untung dari Resesi Uni Eropa, Ini Penjelasannya
Hal itu didukung oleh Dana Moneter Internasional atau IMF yang memperkirakan perlambatan ekonomi global akan terjadi pada kuartal ketiga.
"Kami telah melihat meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap perlambatan pertumbuhan. Sedangkan risiko terjadinya resesi adalah sesuatu yang membebani sentimen," kata Mark Dowding, Analis BlueBay Asset Pengelolaan, dilansir Reuters, Jumat (16/9/2022).
Mark melihat bulan September merupakan periode pelemahan bagi pasar. Kebijakan hawkish The Fed dikhawatirkan akan menambah volatilitas sekaligus menjadi faktor pemberat ekonomi. "Jadi, kami tidak akan terkejut melihat pasar ekuitas menguji ulang posisi terendahnya," tandasnya.
Baca juga: AS Bisa Untung dari Resesi Uni Eropa, Ini Penjelasannya
Hal itu didukung oleh Dana Moneter Internasional atau IMF yang memperkirakan perlambatan ekonomi global akan terjadi pada kuartal ketiga.
"Kami telah melihat meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap perlambatan pertumbuhan. Sedangkan risiko terjadinya resesi adalah sesuatu yang membebani sentimen," kata Mark Dowding, Analis BlueBay Asset Pengelolaan, dilansir Reuters, Jumat (16/9/2022).
Mark melihat bulan September merupakan periode pelemahan bagi pasar. Kebijakan hawkish The Fed dikhawatirkan akan menambah volatilitas sekaligus menjadi faktor pemberat ekonomi. "Jadi, kami tidak akan terkejut melihat pasar ekuitas menguji ulang posisi terendahnya," tandasnya.
(ind)
Lihat Juga :