KKP Ingin Hubungan Indonesia dan Vietnam Kian Lengket

Sabtu, 17 September 2022 - 14:15 WIB
loading...
KKP Ingin Hubungan Indonesia dan Vietnam Kian Lengket
Lewat sektor kelautan dan perikanan, KKP ingin mempererat hubungan dengan Vietnam. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP ) mengajak Vietnam memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia. Terlebih, Vietnam merupakan salah satu negara tujuan ekspor potensial di regional ASEAN.

Baca juga: KKP Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp3,9 Miliar

Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Pamuji Lestari memaparkan, sepanjang 2021 total ekspor produk kelautan dan perikanan Indonesia ke Vietnam mencapai 46.180,66 ton.

"Sebagai mitra dagang, nilai ekspor Indonesia ke Vietnam mencapai Rp2,04 triliun pada tahun lalu. Tentu hubungan baik ini perlu dijaga dan diperkuat," kata Pamuji dalam keterangan pers, dikutip Sabtu (16/9/2022).

Komoditas yang diekspor ke Vietnam meliputi cumi-cumi, tuna, sotong, rumput laut, arwana super red, dan lainnya. "Ada 20 komoditas kita ekspor ke Vietnam selama 2021," sambungnya.

Pamuji menyebut kedua negara telah merumuskan rencana aksi implementasi Kemitraan Strategis 2019-2023 sekaligus menjadi pedoman untuk memajukan kerja sama kita di berbagai bidang.

"Kerja sama kita semakin diperkuat dengan hasil pertemuan Komisi Gabungan Kerja Sama Bilateral ke-4 pada Juli 2022, termasuk kesepakatan untuk mencapai target perdagangan bilateral sebesar USD15 miliar pada tahun 2028," urainya.

Karenanya, dalam mengejar target tersebut dia mengingatkan pentingnya mengintensifkan kerja sama Indonesia dan Vietnam dalam perdagangan dan investasi.

Baca juga: Hasil Hong Kong vs Indonesia: Pesta Gol, Garuda Nusantara Jaga Peluang ke Piala Asia U-20 2023

"Sambil juga memperkuat hubungan B-to-B untuk membantu memfasilitasi tujuan tersebut. Kami juga akan segera menjajaki peluang kami untuk berkolaborasi dalam budidaya perikanan, produksi perikanan, pertanian, industri kreatif, dan ekonomi digital," ujarnya.

(uka)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1448 seconds (11.252#12.26)