Adian Napitupulu Geram, Direksi MIND ID Pilih ke Bali Ketimbang Rapat dengan Komisinya
Senin, 19 September 2022 - 13:32 WIB
loading...
Adian Napitupulu mengungkapkan kekesalannya karena ketidakhadiran direksi MIND ID saat RDP. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Komisi VII DPR geram lantaran Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso dan tiga direksi perseroan tidak hadir dalam rapat dengar pendapat (RDP) pada Senin pagi (19/9/2022). Padahal, RDP antara Komisi VII, MIND ID, dan PT Antam Tbk, membahas perihal produksi baterai yang nantinya digunakan untuk kendaraan listrik di dalam negeri.
Baca juga: Soal Kenaikan Harga BBM Era SBY, Demokrat Minta Adian PDIP Tidak Buta Tuli
Belum diketahui secara pasti alasan ketidakhadiran direktur utama dan tiga orang pimpinan induk holding BUMN pertambangan tersebut. Anggota Komisi VII asal Fraksi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu , menyebut absennya pimpinan BUMN itu karena menghadapi pertemuan dengan sejumlah pengusaha batu bara di Bali.
"Jadi kita mau menjaga kehormatan DPR, kita tidak mau DPR dianggap lebih murah dibandingkan pertemuan para pengusaha batu bara di Bali. Dengan segala hormat rapat ini ditunda untuk menjadi pembelajaran bagi kita semua," ungkap Adian dalam RDP tersebut.
Adian menilai pembahasan ihwal peningkatan produksi baterai penting dilakukan lantaran menjadi sumber energi masa depan di Indonesia. Menurut dia, upaya itu menjadi tanggung jawab BUMN di sektor pertambangan dan energi.
Baca juga: Soal Kenaikan Harga BBM Era SBY, Demokrat Minta Adian PDIP Tidak Buta Tuli
Belum diketahui secara pasti alasan ketidakhadiran direktur utama dan tiga orang pimpinan induk holding BUMN pertambangan tersebut. Anggota Komisi VII asal Fraksi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu , menyebut absennya pimpinan BUMN itu karena menghadapi pertemuan dengan sejumlah pengusaha batu bara di Bali.
"Jadi kita mau menjaga kehormatan DPR, kita tidak mau DPR dianggap lebih murah dibandingkan pertemuan para pengusaha batu bara di Bali. Dengan segala hormat rapat ini ditunda untuk menjadi pembelajaran bagi kita semua," ungkap Adian dalam RDP tersebut.
Adian menilai pembahasan ihwal peningkatan produksi baterai penting dilakukan lantaran menjadi sumber energi masa depan di Indonesia. Menurut dia, upaya itu menjadi tanggung jawab BUMN di sektor pertambangan dan energi.
Lihat Juga :