UEA Percepat Rencana untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi Minyak Mentahnya

Selasa, 20 September 2022 - 03:31 WIB
loading...
UEA Percepat Rencana...
Uni Emirat Arab (UEA) diyakini telah mempercepat rencana untuk meningkatkan kapasitas produksi minyaknya, ketika mereka mencoba menguangkan cadangan minyak mentahnya sebelum dunia beralih ke energi bersih. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Uni Emirat Arab (UEA) diyakini telah mempercepat rencana untuk meningkatkan kapasitas produksi minyaknya, ketika mereka mencoba menguangkan cadangan minyak mentah nya sebelum dunia beralih ke energi bersih .

Abu Dhabi National Oil Co., yang memompa hampir semua minyak UEA dilansir Bloomberg, bakal memproduksi 5 juta barel minyak mentah per hari pada tahun 2025. Hal ini lebih cepat dari target yang diungkapkan sebelumnya pada tahun 2030.

Baca Juga: Pasokan Minyak Rusia Tak Tertandingi, Menteri Energi UEA Mengakuinya

Target baru tersebut diyakini sulit dicapai dan dapat meningkatkan biaya proyek yang sudah ditetapkan bakal menelan biaya miliaran dolar, menurut sumber terkait. Adnoc dan pemerintah UEA awalnya berencana untuk memajukan target produksi tersebut ke tahun 2027, sebelum memutuskan pada tahun 2025.

UEA terdorong untuk menjual lebih banyak minyak dan gas alam ketika harga bahan bakar fosil tetap tinggi. Minyak mentah tercatat sempat melonjak menjadi USD120 barel setelah invasi Rusia ke Ukraina. Meskipun merosot sejak Juni menjadi sekitar USD90, angka tersebut masih jauh di atas biaya produksi UEA.

"Saat kami merangkul transisi energi dan bisnis kami yang mampu bertahan hingga masa depan, kami akan terus mengeksplorasi peluang potensial yang dapat lebih membuka nilai, membebaskan modal, dan meningkatkan pengembalian," kata Adnoc dalam sebuah pernyataan kepada Bloomberg.

Namun, Ia tidak mengatakan apakah target 2030 telah berubah. Sementara itu Kementerian Energi UEA tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Adnoc yang dimiliki negara telah meminta perusahaan internasional yang merupakan mitra di ladang minyaknya untuk meningkatkan tingkat produksi jangka panjang mereka sebesar 10% atau lebih, menurut sumber terkait.

Jika UEA berhasil mencapai tujuan di 2025, UEA mungkin mencoba meningkatkan kapasitasnya lebih lanjut menjadi 6 juta barel per hari pada akhir dekade ini.

UEA sendiri merupakan produsen minyak terbesar di OPEC setelah Arab Saudi dan Irak. Diyakini UEA memiliki kemampuan untuk memproduksi sedikitnya lebih dari 4 juta barel per hari. Tapi mereka dilarang mencapai level itu karena pembatasan sebagai upaya menyeimbangkan pasar global.

Bulan lalu, produksi minyak mentah harian UEA hanya di bawah 3,4 juta barel, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Ekonomi Hijau

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang berjumlah 23 negara dan dipimpin oleh Saudi dan Rusia, akan mempertahankan batas produksi hingga sisa tahun ini. Arab Saudi mengatakan, ingin memperpanjangnya dengan kesepakatan baru saat memasuki ke 2023.

Baca Juga: Harga Minyak Melandai, OPEC Diprediksi Tahan Kuota Produksi

UEA terus meningkatkan kapasitas produksi minyaknya sambil juga mencoba menetralkan emisi karbon pada tahun 2050, sebagian dengan berinvestasi dalam tenaga surya dan bahan bakar yang lebih bersih seperti hidrogen.

Seperti Arab Saudi, UEA mengatakan, permintaan minyak akan tetap tinggi selama beberapa dekade dan produsen utama perlu berinvestasi lebih banyak dalam eksplorasi untuk menghindari kekurangan pasokan di masa depan.

Kedua negara termasuk di antara sedikit produsen yang berinvestasi dalam output yang lebih besar. Arab Saudi berusaha meningkatkan kapasitas minyak mentahnya menjadi 13 juta barel per hari dari 12 juta pada 2027.

Energy Intelligence sebelumnya melaporkan bahwa UEA ingin meningkatkan kapasitasnya menjadi 5 juta barel per hari pada 2027.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Rekomendasi
The Championships Wimbledon...
The Championships Wimbledon 2026 Tengah Berlangsung, Nonton Live Streaming di VISION+
Kapolri Akui Polri Belum...
Kapolri Akui Polri Belum Sempurna, Janji Terima Semua Kritik dan Masukan
Ramzi Geram Putrinya...
Ramzi Geram Putrinya Dituding Jadi Orang Ketiga, Dukung Rizky Billar Tempuh Jalur Hukum
Berita Terkini
IHSG Balik Melawan,...
IHSG Balik Melawan, Hari Ini Ditutup Menghijau Sentuh Level 5.695
Rupiah Ambruk Dekati...
Rupiah Ambruk Dekati Rp18.000, Dolar AS Masih Terlalu Perkasa
Neraca Dagang Defisit...
Neraca Dagang Defisit Perdana usai 72 Bulan Surplus, Ini Biang Keladinya
Digitalisasi Kunci Kecepatan...
Digitalisasi Kunci Kecepatan Jasa Raharja Cairkan Santunan Korban Kecelakaan
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
DJP Targetkan Pajak...
DJP Targetkan Pajak Digital Melonjak Dua Kali Lipat, dari Marketpalce Rp24 Triliun
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H / 2026 M untuk Wilayah Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved