4 Bandara Ini Kian Terpuruk Imbas Pandemi, Kemenhub Upayakan Percepatan Pemulihan

Selasa, 20 September 2022 - 07:45 WIB
loading...
4 Bandara Ini Kian Terpuruk Imbas Pandemi, Kemenhub Upayakan Percepatan Pemulihan
Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, yang beroperasi sejak tahun 2018 masih sepi peminat. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus berupaya memulihkan bandar udara atau bandara yang terdampak pandemi Covid-19, salah satunya bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat.

Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Nur Isnin Istiartono mengatakan, sejak pandemi penerbangan komersial penumpang di bandara ini secara bertahap berkurang dan tidak ada maskapai yang beroperasi melayani penerbangan penumpang.

"Hanya saja, bukan berarti tak ada operasional di bandara ini. Bandara tetap terus beroperasi dengan melayani penerbangan untuk kargo, dengan terus mengupayakan kembali adanya penerbangan penumpang," ujarnya melalui keterangan tertulis, Senin (19/9/2022).

Baca juga: Menhub: Bandara Kertajati Siap Layani Penerbangan Penumpang Mulai November 2022

Menurut dia, adanya rencana operasional jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) pada bulan depan akan sangat membantu pemulihan lebih cepat di bandara Kertajati. Jalan tol memungkinkan perjalanan dari Bandung ke Kertajati hanya satu jam saja.

“Alhamdulillah, mulai November Bandara Kertajati akan bersiap melayani penerbangan komersial dan rencananya akan digunakan juga untuk melayani penerbangan umroh,” tuturnya.

Menurut Isnin, kondisi hampir serupa terjadi juga di bandara lainnya, yang tertekan karena pandemi, antara lain di Bandara Ngloram (Blora), Bandara Purbalingga dan Bandara Wiriadinata (Tasikmalaya).

"Sebelum pandemi, di bandara-bandara tersebut sudah ada beberapa penerbangan komersial menuju Bandara Halim Perdanakusuma, dan sebaliknya," ungkapnya.

Baca juga: 2 Bandara di Dunia yang Pernah Diduga Akan Diambil Alih oleh China karena Gagal Bayar Utang

Bandara-bandara tersebut, kecuali Kertajati, hanya bisa didarati pesawat propeler, dengan Bandara Halim Perdanakusuma menjadi hub utama.

Sehingga, selain terdampak pandemi, ketika ada revitalisasi Bandara Halim pada Maret hingga Agustus 2022, dampaknya kian terasa bagi bandara-bandara tersebut.

“Revitalisasi Bandara Halim ini memiliki dampak yang besar bagi penerbangan ke bandara-bandara yang baru dibangun atau dikembangkan,” ucap Isnin.

Setelah revitalisasi selesai pada awal September 2022, Bandara Halim dibuka kembali untuk penerbangan komersial dan siap untuk menyambut kegiatan internasional Presidensi G20 Indonesia.

“Semoga ini awal yang baik, rute penerbangan dari Halim menuju bandara-bandara di sekitarnya dapat kembali dibuka,” kata Isnin.



Selain itu, dia mengatakan bahwa perlu waktu untuk kembali pada kondisi sevelum pandemi untuk membangkitkan gairah penerbangan di Indonesia.

“Dibanding sebelum pandemi, jumlah pesawat kita yang siap beroperasi, tinggal 55% sampai dengan 60 % dari jumlah sebelum pandemi tahun 2019. Semoga sampai akhir tahun sudah ada peningkatan jumlah armada secara signifikan,” bebernya.
(ind)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1670 seconds (10.101#12.26)